Guru Besar UGM Suspect Virus Corona, Sedang Diobservasi
Rektor UGM Panut Mulyono. (Harian Jogja)

Solopos.com, SLEMAN -- Guru besar Universitas Gadjah Mada atau UGM diduga atau suspect virus corona atau Covid-19. Meski demikian, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito masih enggan memberikan kepastian.

Rektor UGM Panut Mulyono memastikan salah seorang guru besar UGM dicurigai mengidap Covid-19. Atas kasus itu, UGM pun menaikkan status yang semula "siaga" menjadi "awas" pandemi covid-19.

"Iya ada peningkatan status. Semula kami kewaspadaan, tapi dengan adanya kasus yang terungkap bahwa ada guru besar UGM yang jadi suspect. Maka kami dengan tujuan melindungi mahasiswa kami yang jumlahnya 53.000 orang, kami tingkatkan kesiapsiagaan menjadi awas," tutur Panut.

Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna menjelaskan saat ini guru besar UGM suspect virus corona tersebut sedang dalam pengecekan. Sampelnya dibawa ke Balitbangkes Kemenkes untuk diuji apakah dia positif Covid-19 atau tidak.

"Kondisinya masih dalam observasi," kata dia.

Disinggung apakah yang bersangkutan sempat melakukan perjalanan ke luar negeri, Paripurna membantahnya. Dia menegaskan guru besar tersebut tidak punya riwayat ke luar negeri.

Selain itu, guru besar tersebut tidak melakukan kontak dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang saat ini positif Covid-19. Dia juga dipastikan tidak berkontak dengan Ratu dan Raja Belanda saat kunjungan ke UGM beberapa waktu lalu.

"Tidak, ya. Saat ada acara ratu dan raja Belanda di sini beliau tidak melakukan kontak dan Menhub juga tidak," katanya.

RSUP dr Sardjito

Sementara itu, RSUP dr Sardjito enggan mengonfirmasi kabar guru besar UGM suspect virus corona itu. Ketika dimintai konfirmasi Harianjogja.com, Kabag Hukum dan Humas RSUP dr Sardjito Banu Hermawan enggan memberikan kepastian terkait kabar tersebut.

Dia hanya menegaskan saat ini di Sardjito ada empat pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang dirawat.

UGM telah menerbitkan imbauan melalui Surat Edaran Rektor No. 1604/UN1.P./HKL/TR/2020 terkait kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan UGM.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Rektor UGM, Panut Mulyono, ini terdapat tiga poin utama yang berkaitan dengan penetapan status Covid-19 tersebut.

Yang pertama, dalam kesiapsiagaan umum, agar seluruh sivitas di UGM tidak panik. Melakukan kampanye etiket batuk, hand hygene, pengadaan fasilitas hand sanitizer, masker, dan disinfektasi tempat kerja minimal 2 kali sehari.

Rektor juga menganjurkan untuk mengurangi berbagai kegiatan di luar ruangan, membatalkan atau menunda kegiatan yang melibatkan 50 orang lebih, dan mengatur ulang hari masuk bagi sivitas.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho