Gurihnya Kuliner Soto Kudus, Pakai Daging Kerbau Bukan Ayam

Soto Kudus identik dengan kuah pekat dan daging kerbau yang disajikan dalam mangkuk kecil

Yesaya Wisnu - Solopos.com
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:44 WIB

SOLOPOS.COM - Soto Kudus Bening (Instagram/@hanirosyidah)

Solopos.com, KUDUS — Indonesia memiliki beragam olahan kuliner soto. Salah satu yang unik dan cukup populer adalah Soto Kudus. Hidangan asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ini memiliki perbedaan dari aneka soto lainnya.

Jika biasanya kuah soto dibuat dengan kaldu daging ayam atau sapi, lain halnya dengan Soto Kudus yang memakai daging kerbau. Makanan ini memiliki kuah yang keruh dan cenderung pekat dan bercita rasa gurih.

Anda hanya bisa mencicipi sajian kuliner khas tersebut di Kabupaten Kudus. Sebab, kebanyakan penjual Soto Kudus yan berada di luar Kudus biasanya mengganti daging kerbau dengan daging ayam atau sapi.

Sajian Soto Kudus dengan daging kerbau memiliki sejarah yang panjang. Kebiasaan warga mengonsumsi daging kerbau sudah mengakar sejak masa Hindu Budha. Saat Islam masuk, Sunan Kudus sebagai penyebar agama Islam menghormati budaya Hindu yang masih melekat pada masyarakat. Mereka tidak mengonsumsi daging sapi karena dianggap hewan suci.

Baca Juga: Kuliner Nasi Penggel, Jumeokbap Korea Ala Kebumen

Seiring berjalannya waktu, suwiran ayam dalam Soto Kudus ternyata lebih populer dibanding soto kudus dengan daging kerbau atau sapi. Soto Kudus ini juga tidak hanya disajikan di kedai kaki lima atau warung makan, namun juga menu wajin dalam hajatan warga, seperti pernikahan dan khitanan.

Keunikan Soto Kudus yang menginspirasi penjual soto di daerah-daerah lain adalah penyajiannya dalam mangkuk kecil sehingga porsinya lebih terlihat sedikit, namun masih menggiurkan. Selain itu, penyajian Soto Kudus ini juga sama dengan soto pada umumnya, yaitu diberi jeruk nipis dan sambal untuk memberikan sensasi asam dan pedas.

Bahan-bahan soto kudus ini pada umumnya juga sama dengan menu soto bening lainnya, yaitu terdiri dari sohun, tauge, irisan kol, suwiran daging ayam, bisa juga dengan daging kerbau atau sapi. Kuah kaldu yang digunakan juga menggunakan aneka jenis rempah, seperti cengkeh, kayu manis, kemiri, bawang putih, bawang merah, batang serai, daun salam, dan jinten.

Baca Juga: Serem! Warga di Semarang Ini Tinggal di Tengah Kuburan

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif