Guratan Feminim nan Dinamis ala Pisalin dalam Walk Around Fashion Runaway
Model yang menampilkan baju besutan Pisalin yang merupakan merek produk fashion milik PT Aksara Solopos mengikuti kegiatan Walk Around Fashion Runway yang digelar oleh Sleman City Hall (SCH) pada Sabtu (22/8) malam. (Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo)

Solopos.com, SLEMAN--Pisalin yang merupakan merek produk fashion milik Solopos mengikuti kegiatan Walk Around Fashion Runway yang digelar oleh Sleman City Hall (SCH), Sabtu (22/8/2020) malam.

Pisalin merupakan salah satu divisi usaha di bawah naungan Solopos dalam bidang fashion.

Manajer Pemasaran Toko Solopos, Nina Andriani, mengatakan jika dalam acara Walk Around Fashion Runway tersebut Pisalin menampilkan produknya yang terdiri dari lima baju batik dengan menggunakan lima model.

"Kami bermain di batik dengan menggunakan kualitas yang premium. Nama kainnya primisima. Batik yang kita tampilkan sendiri merupakan batik cap. Kami kombinasikan dengan kain plain atau polos," ujar Nina, Sabtu.

Kombinasi tersebut untuk menampilkan kesan muda bagi si pemakainya. Tidak hanya itu, baju juga terkesan lebih dinamis walaupun menggunakan corak batik.

Adapun, motif batik yang digunakan oleh Pisalin tidak hanya fokus motif batik yang berasal Jawa. Akan tetapi, Pisalin juga menggunakan kain asal Nusantara lainnya. Kain lokal tersebut dikombinasikan dengan motif pop agar terkesan dinamis dan fleksibel.

Jadi, kesan yang ditampilkan tidak terkesan tua agar bisa dipakai dalam acara resmi maupun non formal.

"Jadi, kita bermain di corak-corak batik tersebut. Kita tidak juga main sekadar di ranah cutting atau hanya main potong kain batik, namun kami juga bermain di jahitan yang unfinishing. Artinya, batik itu kami gunting dan kami jadikan sebagai tempelan-tempelan, tidak hanya mengusung kain Solo, tapi kami juga pakai kain asal Nusantara lainnya," terangnya.

Fakta Unik Ozie Si Pemeran Bu Tejo Yang Julid Di Film Tilik

Warna Pink

Nina dan tim Pisalin menggunakan warna pink. Selain memberi kesan fresh, warna serba pink ditampilkan guna memberikan kesan feminim agar erat dengan perempuan.

"Pisalin sebelumnya juga pernah mengikuti fashion show sekitar satu tahun yang lalu. Namun, setelah pandemi Covid-19 ini kan tidak ada kegiatan ya. Nah, ini kali kedua lagi kami mengikuti fashion show," ungkapnya.

Nina bertekad Pisalin tetap bisa berkarya walaupun di tengah pandemi Covid-19. Lima baju yang ditampilkan tersebut merupakan upaya Pisalin untuk tetap eksis di dunia fashion lokal.

"Ikut fashion show di Jogja ini juga dalam rangka mengembangkan sayap kami ya. Kalau di Solo kan nama Pisalin sudah cukup dikenal. Nah, kami ingin memperkenalkan Pisalin ke masyarakat Jogja," terangnya.

Fashion show yang diinisiasi oleh SCH sendiri merupakan upaya dari manajemen untuk memperkenalkan desainer lokal yang sebetulnya mempunyai skill yang mumpuni dalam bidang fashion.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom