Gunung Srandil di Cilacap Menjadi Pepunden Tertua di Tanah Jawa

Gunung Srandil tidak hanya terdapat petilasan leluhur, tetapi juga termasuk pepunden tertua di Tanah Jawa.

 Salah satu petilasan di Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah. (Disporapar Cilacap)

SOLOPOS.COM - Salah satu petilasan di Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah. (Disporapar Cilacap)

Solopos.com, CILACAP — Cilacap dikenal memiliki banyak pesona wisata alam yang indah dan destinasi wisata religi cukup terkenal. Salah satunya Gunung Srandil di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Gunung Srandil memesona karena terdapat petilasan leluhur Tanah Jawa. Oleh karena itu, Gunung Srandil menjadi tempat favorit peziarah yang melakukan ritual malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada Bulan Sura atau Muharam.

PromosiKetika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Berdasarkan keterangan unggahan akun @buminusantara.id, di Gunung Srandil terdapat petilasan Ki Semar atau Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo. Sebagian masyarakat Jawa meyakini sosok Ki Semar sebagai leluhur di Tanah Jawa.

Baca Juga: Jejak Ki Semar di Gunung Srandil Cilacap, Sering Jadi Tempat Ritual

Tak hanya Ki Semar, di kawasan Gunung Srandil Cilacap terdapat Petilasan Eyang Pengawal Prabu Siliwangi, yakni Eyang Langlang Buana atau Eyang Jagakrasa. Ia merupakan pengembara asal Kerajaan Bugis Makassar. Sosok Eyang Langlang Buana mengembara ke belahan lain hingga akhirnya menetap di Pajajaran menjadi pengawal Raja Sunda.

Dikutip dari Bisnis.com, Senin (17/1/2022), Gunung Srandil memiliki sejumlah petilasan leluhur, di antara Eyang Guru Agung Sultan Mursid, Nini Dewi Tanjung Sekar Sari, Eyang Juragan Dampu Awang atau Sampokong atau Sunan Kuning, dan Mayang Koro atau Hanoman.

Di Gunung Srandil juga terdapat dua makam prajurit Diponegoro bernama Kuncisari dan Danasari. Kedua makam tersebut kemudian dinamakan Makam Sukmasejati.

Baca Juga: Di Gunung Ini Ada Petilasan Ki Semar, Sosok Leluhur di Tanah Jawa

Berdasarkan jurnal penelitian Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pandjadjaran Sumedang, Jawa Barat, selain banyak petilasan, Gunung Srandil juga merupakan pepunden tertua di Tanah Jawa. Bahkan, penelitian juga menyebutkan bahwa wisata religi di kompleks Gunung Srandil menjadi tempat penyebaran ajaran Islam.

Wisata religi Gunung Srandil tak hanya dikenal masyarakat Cilacap atau Jawa. Banyak peziarah datang dari Kalimantan, Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Masyarakat yang berkunjung ke Gunung Srandil memiliki tujuan berbeda-beda, seperti ziarah, ritual agama, budaya, hingga napak tilas.

Seperti disebutkan di atas, orang yang berkunjung ke kawasan Gunung Srandil tak hanya dapat melihat jejak penyebaran ajaran Islam. Masyarakat juga dapat melihat wihara Buddha Tri Ratna. Wihara tersebut masih digunakan beribadah umat Buddha.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Museum Lawang Sewu Tetap Minta Pengunjung Kenakan Masker

PT KAI Wisata selaku pengelola Museum Lawang Sewu di Semarang dan Museum Kereta Api Ambarawa belum menerapkan pelonggaran aturan penggunaan masker.

Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara

Seorang ustaz sekaligus pengasuh ponpes di Kabupaten Magelang melakukan pencabulan kepada santrinya sebanyak 9 kali.

Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah saja, Kota Semarang juga termasuk kota terpanas di Indonesia dengan suhu 35 derajat Celcius.

Langka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang melepas 575 kilogram akar tunjuk langit asal Jawa Tengah untuk diekspor ke Taiwan, Jumat (13/5/2022), yang tergolong spesies langka hampir punah di China karena terlalu banyak yang menggunakan untuk pengobatan tradisional.

Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen

Kethek adalah nama salah satu makanan unik di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dibuat dari ampas minyak kelapa.

Tesla Bakal Bangun Pabrik di Batang, Ini Kata Pemprov Jateng

Produsen mobil listrik Tesla dikabarkan akan segera membangun pabrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Berdalih Sewa, Tetangga Bawa Kabur Mobil Warga Grobogan

Pelaku yang merupakan tetangga dusun di Desa Tuko berdalih sewa hanya satu hari sebelum akhirnya membawa kabur milik korban.

Kenapa Semarang Panas?

Tahukah Anda kenapa suhu udara di Kota Semarang, Jawa Tengah, lebih panas?

Mangut Beong, Kuliner Wajib Magelang

Mangut beong adalah sajian kuliner khas Magelang dari ikan langka di Sungai Progo.

Pangeran Benowo, Putra Jaka Tingkir Pendiri Desa Pekuncen Kendal

Pangeran Benowo yang juga bergelar Syekh Abdul  Halim adalah putra dari Sultan Hadiwijaya, penguasa Kesultanan Demak yang juga dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Bupati Banjarnegara Kepala Daerah Termiskin di Jateng, Segini Hartanya

Syamsudin, Plh Bupati Banjarnegara mendapatkan predikat kepala daerah termiskin di Jawa Tengah (Jateng) berdasar LHKPN KPK.

Bikin Sedih, Menunggu Teman Isi BBM, Gadis di Grobogan Tertabrak Truk

Korban bernama Rizzka Choirotun Faizah sedang menunggu temannya mengisi bensin di SPBU Kaliceret, tiba-tiba truk menabrak dari belakang.

Ini Kronologi Warga Tertembak Senjata Anggota Polisi di Semarang

Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang Utara, Slamet Riyadi, 52 tahun, mengungkapkan kronologi tertembaknya Sobirin.