GUNUNG SLAMET SIAGA : Aktivitas Kembali Tenang, Warga Bersyukur
Begini asap sulfatara Gunung Slamet, Kamis (11/9/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)
Gunung Slamet yang mengeluarkan asap sulfatara terlihat dari Lapangan Desa Tuwel, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/9/2014). Sejak Rabu (10/9/2014) malam, aktivitas Gunung Slamet meningkat drastis dengan tiga kali letusan besar disertai luncuran lava pijar yang radiusnya ditaksir mencapai dua kilometer. Luncuran lava itu diyakini mengakibat kebakaran hutan di dekat batas vegetasi. (JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)
Begini asap sulfatara Gunung Slamet, Kamis (11/9/2014). (JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)

Solopos.com, BANYUMAS - Warga sekitar Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, bersyukur karena aktivitas gunung itu menurun sehingga kembali tenang.

"Dengan menurunnya aktivitas Gunung Slamet, masyarakat saat ini semakin tenang," kata Kepala Dusun IV Wasirun, di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Selasa (16/9/2014).

Menurut dia, kondisi Gunung Slamet saat ini jauh berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya terutama pada hari Rabu (10/9/2014) hingga Jumat (12/9/2014).

Saat itu, kata dia, aktivitas Gunung Slamet sangat tinggi sehingga terus-menerus mengeluarkan sinar api yang disertai lava pijar dan terdengar suara dentuman kuat.

Akan tetapi sekarang, lanjut dia, suara dentuman tidak lagi terdengar dan sinar api maupun lontaran lava pijar tidak terlihat.

"Tidak kelihatan, saya kemarin (Senin, red.) menunggu sampai malam, tapi tidak terlihat sinar api maupun mendengar suara dentuman. Mudahan-mudahan Gunung Slamet bener-bener anteng," katanya seperti dikutip Antara.

Ia mengharapkan Gunung Slamet yang saat ini berstatus "Siaga" dapat segera turun menjadi "Waspada" dan selanjutnya kembali menjadi "Normal".

Situasi yang sama juga dirasakan warga Dusun Gunungmalang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

"Alhamdulillah trauma warga Gunungmalang sudah hilang. Saat ini, warga sudah beraktivitas seperti biasa walaupun belum normal 100 persen," kata Kepala Desa Serang Sugito.

Meskipun aktivitas Gunung Slamet cenderung menurun, dia mengatakan bahwa warga Dusun Gunungmalang tetap siap siaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan penurunan aktivitas Gunung Slamet itu hanya sesaat dan selanjutnya meningkat kembali.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom