Ilustrasi proses evakuasi pendaki gunung. (Antara-Dinporapar Purbalingga)

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Gunung Sindoro kembali memakan korban. Kali ini, sebanyak dua orang pendaki mengalami insiden hingga harus dievakuasi dari gunung yang terletak di Jawa Tengah (Jateng) itu.

Informasi yang diterima Semarangpos.com, Kamis (4/7/2019) malam, dua pendaki yang mengalami insiden itu bernama Burhan alias Ahmamad Furhanudin, 20, warga Gedowang RT 005/RW 001, Moga, Pemalang, dan Zulfan Hikmal, 15, warga Padureso RT 002/RW 001, Tegalreso, Kecamatan Parakan, Temanggung. Keduanya mengalami insiden saat melakukan perjalanan dari puncak Gunung Sindoro pada Kamis siang.

Kendati demikian, Basarnas Jateng belum secara resmi merilis nama-nama pendaki yang mengalami insiden itu. Saat ini berita ini ditulis Basarnas Jateng bersama tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap korban.

Namun, kabar yang diterima Semarangpos.com menyebutkan Burhan tak bisa melanjutkan perjalanan karena mengalami cedera pada pergelangan kaki. Sementara Zulfan menderita cedera pada bagian punggung.

“Informasi yang kami terima, satu pendaki mengalami cedera engkel sehingga tak bisa berjalan dan satunya lagi mengalami cedera tulang belakang hingga pingsan. Keduanya saat ini berada di pos 4 jalur pendakian Gunung Sindoro,” ujar Kepala Basarnas Jawa Tengah (Jateng), Aris Sofingi, dalam keterangan resmi.

Aris mengaku belum bisa menceritakan secara detail penyebab dua pendaki itu mengalami cedera. Saat ini, pihaknya masih fokus dalam melakukan evakuasi terhadap kedua survivor tersebut dengan menerjunkan tim Basarnas dari Wonosobo.

“Kami sudah berangkatkan tim Basarnas dari Wonosobo. Mereka akan melakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan,” imbuh Aris.

Gunung Sindoro yang memiliki ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut itu memang kerap memakan korban. Banyak pendaki yang kerap mengalami insiden terjatuh saat melakukan perjalanan turun dari puncak Gunung Sindoro.

Dalam satu bulan terakhir, bahkan sudah ada lima pendaki yang mengalami insiden di Gunung Sindoro hingga harus dievakuasi. Terbaru, pendaki yang mengalami insiden adalah remaja asal Sukoharjo, Muhammad Hafiszain, 14.

Ia terjatuh dan terantuk batu saat hendak turun dari puncak Gunung Sindoro melalui jalur Grasindo. Untungnya, Hafiszain berhasil diselamatkan setelah tim SAR gabungan melakukan evakuasi yang memakan waktu 5 jam lebih.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten