Gunung Semeru terlihat dari Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020) sore. (Antara-Seno)

Solopos.com, LUMAJANG -- Gunung Semeru yang berlokasi di Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) dikabarkan meletus. Masyarakat diminta mewaspadai gugurnya kubah lava Kawah Jongring Seloko.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan membenarkan hal tersebut. Tak hanya sekali, tercatat gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut meletus sebanyak dua kali.

Kecelakaan Sragen: Nenek-Nenek Bersepeda Angin Senggol Motor Lalu Tertabrak Bus

"Aktivitas kegempaan Gunung Semeru tercatat letusan sebanyak dua kali dengan amplitudo 19-24 mm berdurasi 50-74 detik," terang Hendra sebagaimana diinformasikan Suara.com, Jumat (14/2/2020).

Meskipun begitu, status Gunung Semeru tetap berada di level II alias waspada.

Simak! Berikut Jadwal Siaran Langsung Liga Jerman Pekan Ke-22

"Embusan asap dan letusan asap visual tidak dapat teramati karena gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tertutup kabut, serta asap kawah juga tidak dapat teramati," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Semeru (Jongring Seloko).

Cleo Vitri, Inikah Penampilan Lucinta Luna Sebelum Ganti Kelamin?

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dan wilayah sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru sebagai alur luncuran awan panas, sehingga masyarakat diminta mewaspadai gugurnya kubah lava Kawah Jongring Seloko," tukasnya.

Data yang dihimpun Solopos.com, Gunung Semeru terus aktif dan mengalami letusan sejak 1967. Bahkan letusan-letusan kecil di kawah gunung terjadi berkali-kali setiap hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten