GUNUNG SEMERU Berangin Kencang, Begini Kondisi Pendaki...
Ilustrasi danau di Gunung Semeru (Istimewa)

Gunung Semeru, tepatnya di jalur pendakian menuju puncak Mahamaru, terkendala buruknya cuaca.

Solopos.com, LUMAJANG — Puluhan pendaki membatalkan pendakian menuju puncak Gunung Semeru atau akrab disebut Mahameru di Jawa Timur (Jatim) karena cuaca buruk.

Salah seorang pendaki asal Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), Azizah Hakim Nur Laila, 23, mengatakan cuaca buruk terasa sesampainya di kawasan Kali Mati, Gunung Semeru. Menurut dia, angin kencang berhembus sepanjang malam hingga pendaki menggugurkan niat untuk melanjukan pendakian gunung ke puncak Mahameru.

”Rombongan kami dari Purworejo terdiri dari 35 orang. Sesampainya Kali Mati pada Jumat [7/8/2015], kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian karena angin terlalu kencang. Kami tidak mau ambil resiko,” kata Azizah saat dihubungi Solopos.com, Selasa (11/8/2015). Sesaat sebelum dikabarkannya pendaki hilang di gunung tersebut.

Bukan hanya pendaki asal Purworejo, menurut Azizah, pendaki lain yang ditemui di Kali Mati juga batal muncak Mahameru karena terkendala cuaca. Dia menyampaikan, sebagian besar pendaki memilih bertahan bermalam di Kali Mati, sedangkan sisanya kembali ke Rabukumbolo.

”Saya memilih kembali ke Ranukumbolo. Namun, ada juga yang bertahan di Kali Mati untuk menunggu cuaca membaik. Mereka ingin melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru,” ujar Azizah.

Ditanya cuaca setelah Jumat, Azizah tidak bisa memastikan. Dia hanya menyampaikan hampir semua pendaki di Kali Mati pada Jumat sore hingga Sabtu dini hari tidak melanjutkan pendakian ke puncak Mahameru. ”Harus hati-hati melihat kondisi alam dan diri kita sendiri, tidak boleh gegabah saat pendakian gunung,” jelas Azizah.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho