Gunung Semeru terlihat dari Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur, Jumat (17/1/2020) sore. (Antara-Seno)

Solopos.com, LUMAJANG -- Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, meletus dua kali pada Kamis (13/2/2020). Selain itu, terjadi gempa embusan hingga empat kali dan letusan asap.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dua kali meletus berdasarkan periode pengamatan pukul 00.00-24.00 WIB.

Profesor UIN Surabaya Sebut Virus Corona Bisa Disembuhkan Lewat Rukiah, Benarkah?

"Aktivitas kegempaan Gunung Semeru tercatat letusan sebanyak dua kali dengan amplitudo 19-24 mm berdurasi 50-74 detik," katanya saat dihubungi Antara dari Lumajang, Jumat (14/2/2020).

Selain letusan, kata dia, tercatat terjadi empat kali gempa embusan dengan amplitudo 2-10 mm berdurasi 20-40 detik dan gempa tektonik jauh sebanyak tiga kali dengan amplitudo 24-34 mm berdurasi 16-247 detik.

"Embusan asap dan letusan asap secara visual tidak dapat teramati karena gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tertutup kabut, serta asap kawah juga tidak dapat teramati," katanya.

LIPI: Virus Corona Diduga Menular ke Manusia Lewat Trenggiling

Dia menjelaskan status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut masih berada di level II atau waspada. Karena itu PVMBG memberikan beberapa peringatan kepada masyarakat lereng Semeru.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dan wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru [Jongring Seloko] sebagai alur luncuran awan panas, sehingga masyarakat diminta mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko," kata Hendra.

Wajib Menang Telak Pilkada Solo, Skenario Gibran Rakabuming Naik ke Provinsi?

Sementara itu, aktivitas di Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo pada periode pengamatan 13 Februari 2020 sejak pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB terpantau meningkat. Saat itu cuaca berawan dan hujan dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara, selatan, dan barat daya, dan barat.

Secara visual, Gunung Bromo terlihat jelas hingga kabut 0-III, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50-400 meter di atas puncak kawah.

Tak Ada Lawan Parpol, Gibran Rakabuming Diprediksi Menang 80%

Aktivitas kegempaan ditandai tremor menerus (microtremor) dan terekam dengan amplitudo 0,5-1 mm (dominan 1 mm), sehingga status Gunung Bromo pada level II atau waspada.

PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten