GUNUNG RAUNG BANYUWANGI : Warga Lereng Gunung Raung Tetap Nyantai, Meski Status Gunung Meningkat Siaga
Foto ilustrasi. (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Gunung raung Banyuwangi dan sekitarnya mulai berstatus siaga. Namun warganya tetap nyantai menanggapi status siaga itu.

Solopos.com, BONDOWOSO – Status Gunung Raung meningkat dari Waspada (level II) ke Siaga (level III) terhitung sejak Senin (29/6/2015) pukul 09.00 WIB. Namun, peningkatan status itu tak membuat warga di kaki gunung berapi itu panik.

"Suara bergemuruh dan hujan abu yang berasal dari Gunung Raung seperti saat ini sudah biasa terjadi," ujar Samsul, 40, warga Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, Senin (29/6/2015).

Bahkan, lanjutnya, kejadian hujan abu maupun dentuman suara yang diakibatkan meningkatnya aktivitas gunung berketinggian 3344 mdpl itu sudah berlangsung sejak lama.

"Saya ingat, dulu waktu kecil terjadi hujan abu dan kerikil yang cukup kuat berasal dari gunung itu. Tapi toh buktinya sampai sekarang tak terjadi apa-apa," imbuh Samsul.

Senada disampaikan salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Saiful, 47. Menurut dia, hingga saat ini warga di desanya juga tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya.

"Tapi kami akan tetap mengikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Kalau memang disuruh mengungsi, ya kami akan ikuti," pungkas Saiful.

Pantauan di lapangan, kendati terjadi peningkatan vulkanis pada gunung yang berada di perbatasan kabupaten Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi, masyarakat sekitar tetap melakukan aktivitasnya.

Masyarakat desa yang kebanyakan sebagai buruh tani dan mencari kayu di hutan tersebut tetap bekerja. Peningkatan status  Gunung Raung dari waspada ke siaga bagi warga desa tak pernah menganggu untuk tetap mencari nafkah. Meski mereka tetap waspada membaca tanda alam.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom