Semburan awan panas Gunung Merapi terlihat dari wilayah Lencoh, Boyolali, Minggu (22/9/2019) pukul 11.35 WIB. (Twitter-@infomitigasi)

Solopos.com, BOYOLALI Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panas, Minggu (22/9/2019), siang sekitar pukul 11.36 WIB. Semburan awan panas Gunung Merapi itu terlihat dari wilayah Stabelan, Boyolali, Jawa Tengah.

Meski demikian, warga sekitar terlihat santai dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Mereka tampak santai melihat semburan awan panas di puncak Merapi. Semburan awan panas Gunung Merapi diabadikan dalam video viral di media sosial, salah satunya diunggah pengelola akun Instagram @boyolalikita.

Warga di Stabelan, Boyolali, Jawa Tengah terlihat sangat santai melihat semburan awan panas Gunung Merapi. Dalam video viral itu terdengar suara musik dangdut yang disetel kencang.

“Letusan kecil Merapi juga terlihat dari wilayah Stabelan, Boyolali. Warga terlihat santuy, tetep dangdutan,” tulis @boyolalikita sebagai keterangan video viral.

Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, luncuran awan panas Gunung Merapi terekam di seismogram dengan amplitudo 70 mm dengan durasi 125 mm.

"Terpantau kolom setinggi kurang lebih 800 meter dari puncak," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.

Akibat munculnya awan panas tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan abu tipis terpantau dari sisi Barat Tunggul Arum Wonokerto, Turi. Meski tidak terlalu berbahaya, munculnya awan panas dan hujan abu tipis di kawasan sekitar Gunung Merapi membuat warganet ramai.

Ada netizen yang berdoa meminta selamat. Namun, tak sedikit pula warganet yang mengomentari video viral dengan latar belakang iringan musik dangdut tersebut.

“Gusti Allah bersama orang-orang yang santuy. Dangdutan jalan terus. Merapi lagi bersin, jogeti saja,” komentar @fajar_dhani17.

“Tuhan menemani jiwa orang yang santuy,” kelakar @bintang_4k.dci.

“Bagaimana pun situasinya tetap dangdutin aja,” imbuh @fajarsptyn.

Hingga kini, status Gunung Merapi di Level II atau Waspada masih dipertahankan. BPPTKG juga tidak merekomendasikan adanya kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu terkait erupsi Merapi yang tidak jelas sumbernya dan diminta mengikuti arahan aparat pemerintah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten