Gunung Kemukus Sragen Makin Ramai di Malam Hari, Lalu Lintas Macet

Jumlah pengunjung objek wisata Gunung Kemukus, Sragen, semakin malam semakin ramai hingga membuat arus lalu lintas menuju lokasi macet, Rabu (4/5/2022).

 Kondisi arus lalu lintas macet di sekitar Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, macet total, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Kondisi arus lalu lintas macet di sekitar Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, macet total, Rabu (4/5/2022). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Kondisi arus lalu lintas di kawasan Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, macet pada Rabu (4/5/2022) sore sampai malam. Wisatawan menyerbu kawasan wisata itu saat hari mulai gelap.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, wisatawan mulai berdatangan pada pukul 16.00 WIB. Kondisi arus lalu lintas saat itu masih ramai lancar.

PromosiSejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Pengelola yang mulai menyalakan lampu saat gelap menambah daya tarik objek wisata itu. Jumlah wisatawan yang masuk lebih banyak pada waktu gelap dibandingkan waktu siang.

Macet parah di jalan menuju objek wisata Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Waktu itu banyak kendaraan hendak masuk ke objek wisata. Di satu sisi ada sejumlah wisatawan yang keluar atau pulang.

Jembatan hanya cukup untuk bersimpangan dua mobil. Sementara banyak pengunjung yang berjalan kaki di jembatan. Ada juga kendaraan yang parkir di seberang atau area parkir bus.

Baca Juga: Air Sendang Ontrowulan Di Gunung Kemukus Sragen Diyakini Membawa Berkah

Kendaraan yang hendak keluar objek wisata maupun kendaraan yang melintasi jembatan untuk menuju objek wisata terjebak kemacetan. Situasi ini masih bertahan sampai pukul 20.00 WIB.

Tanggapan Polisi

Para petugas pengelola Objek Wisata Gunung Kemukus mengatur lalu lintas di depan pintu masuk wisata. Salah satu pengunjung asal Sragen, Jumiati, mengatakan datang bersama keluarga besarnya naik mobil waktu sore. Kondisi lalu lintas masih ramai lancar.

Namun kondisinya berbeda waktu saat pulang. Ia terjebak macet. Dia mengatakan memantau kondisi arus lalu lintas bersama keluarga di area parkir. “Saya pernah ke sini dulu sebelum pembangunan untuk ziarah. Hari ini di taman dengan keluarga saja,” jelasnya.

Baca Juga: Wisatawan dari Luar Kota Serbu New Kemukus Sragen, Begini Suasananya

Hal serupa dialami wisatawan asal Blitar, Sugeng, yang parkir di area parkir bus lalu berjalan kaki melalui jembatan akibat macet. Jalan kaki menjadi solusi akibat macet total.

“Yang ngunci itu di jembatan, banyak sepeda motor dari arah Jl Solo-Purwodadi memakan jalur kanan. Jadi yang dari arah pintu masuk wisata [barat] yang mau keluar enggak bisa, macet,” katanya.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Abipraya Guntur mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat diminta konfirmasi mengatakan menerima laporan tersebut. “Kami sampaikan anggota di pos Gemolong untuk ke lokasi,” jelasnya melalui Whatsapp.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Babak Baru Kasus Penjebolan Tembok Keraton Kartasura, Ada Tersangka?

Kasus penjebolan benteng Baluwarti eks Keraton Kartasura, Sukoharjo memasuki babak baru. Status perkara itu dinaikkan ke tahap penyidikan.

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.