Gunung Lokon (ilustrasi/JIBI/idok)

Solopos.com, SOLO -- Erupsi Gunung Kelud Kamis (13/2/2014) yang berselang hitungan bulan dengan meletusnya Gunung Sinabung membuat masyarakat resah. Dikhawatirkan sejumlah gunung akan menyusul memuntahkan isinya.

Banyaknya informasi yang berkembang di media sosial dan pesan singkat justru menimbulkan kepanikan. Sayangnya tidak semua informasi dapat dipercaya.
Dari pantauan Solopos.com, Senin (17/2/2014), catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap 10 gunung berapi berada dalam status diatas normal. Rinciannya 2 gunung berstatus awas, 3 siaga dan 5 berstatus waspada.

Gunung yang berstatus awas adalah Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. Saat ini keduanya masih berdampak di masing-masing daerah. Warga sekitaran gunung masih berada di pengungsian. Status Kelud ditingkatkan dari siaga menjadi awas pada 13 Februari 2014 lalu. Sementara Sinabung sejak 24 November 2013 belum diturunkan statusnya.

Sebanyak 3 gunung yang ditetapkan dalam status siaga diantaranya Karanggetang, Rokatenda dan Lokon. Gunung Karangetang terletak di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. September silam gunung ini bergemuruh dan memunculkan suara dentuman.

Sedangkan Rokatenda juga masih cukup mengkhawatirkan sejak letusan pada 8 Agustus 2013 lalu. Seperti diketahui letusan Rokatenda telah menelan korban jiwa hingga ribuan orang.

Gunung ini berada di Pulau Palu’e Nusa Tenggara Timur. Masyarakat sering menyebutnya Gunung Palu’e. Gunung ini juga pernah meletus pada tahun 1985.

Gunung Lokon berada di dekat Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Gunung ini pernah meletus pada tahun 2012. Pada 8 Januari 2014 lalu gunung ini kembali mengancam. Antara, Kamis (9/1/2014), belasan gempa vulkanik masih terekam dari Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara sejak pukul 00.00 WITA hingga 24.00 Wita Rabu (8/1/2014).

Gunung Berstatus waspada adalah Raung, Ibu, Lokatobi Perempuan, Guntur dan Ijen. Sejumlah gunung lain yang disebutkan dalam pesan berantai seperti Krakatau dan Semeru saat ini berada di status normal.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam situsnya menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat dapat mengakses informasi lewat situs BMKG di bmkg.go.id untuk mendapatkan informasi yang valid.

Situs BNPB di alamat bnpb.go.id juga menyediakan informasi dini, peringatan dan status gunung berapi. Masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan sebelum menyebarkan pesan berantai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten