Gunung Agung di Bali erupsi pada Selasa (3/7)./Dok. PVMBG

Solopos.com, JAKARTA -- Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami erupsi, Jumat dini hari (8/2/2019), tepatnya pukul 00.12 WITA. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi +- 1 menit 37 detik.

Data seismograf tidak menyebutkan tinggi kolom abu, namun sinar api muncul dan teramati selama erupsi ini. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani, mengatakan aktivitas Gunung Agung kini berada pada Level III (SIAGA).

Masyarakat dan pendaki/pengunjung/ wisatawan diimbau agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu seluruh area dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

"Saat ini Gunung Agung berada pada Level III [siaga], maka kami rekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di dalam radius 4 kilometer dari kawah," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (8/2/2019).

Zona Perkiraan Bahaya tersebut bersifat dinamis dan terus dievaluasi. Zona itu juga dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang terbaru.

Selain itu, masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder. Potensi itu berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten