SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Sentul, Kota Jogja, Minggu (8/1/2023). - Biro Setpres.

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja berencana merevitalisasi Pasar Sentul yang berada di Jalan Sultan Agung, Pakualaman, dengan menggunakan dana keistimewaan senilai Rp24,8 miliar. Rencananya pasar tradisional tersebut bakal dibangun dengan konsep bergaya arsitektur Indische.

Penataan salah satu pasar tradisional rujukan itu bertujuan untuk mempercantik nuansa dan tampilan pasar lantaran areanya juga termasuk dalam kawasan Cagar Budaya Pakualaman.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Ambar Ismuwardani, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang di Pasar Sentul berkaitan dengan rencana revitalisasi itu. Saat ini terdapat 529 pedagang yang sehari-hari berjualan di sana dan dalam waktu dekat direncanakan bakal dilakukan sosialisasi kepada seluruh pedagang.

“Secara informal sudah kami komunikasikan kepada paguyuban pedagang. Rencananya dalam waktu dekat sosialisasi resmi akan kita mulai,” ujarnya, Kamis (12/1/2023).

Menurut Ambar, saat ini pihaknya tengah menunggu rancangan kelengkapan gambar teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) setempat berkaitan dengan konsep revitalisasi pasar itu. Setelah itu sosialisasi dan rencana relokasi sementara akan dilakukan kepada para pedagang.

“Targetnya pada Februari atau Maret kita sudah sosialisasikan. Nanti juga sekalian dengan pedagang yang berada di Lapangan Sewandanan, mereka juga bakal menempati pasar setelah revitalisasi selesai,” jelas dia.

Ambar menambahkan, saat ini proses lelang untuk pembangunan relokasi penampungan sementara bagi para pedagang juga sedang berlangsung. Selama pengerjaan fisik yang ditarget mulai dikerjakan pada pertengahan tahun sampai Desember mendatang itu, para pedagang akan menempati lokasi baru di kawasan Jalan Batikan, Umbulharjo.

Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPKP Kota Jogja, Fakhrul Nur Cahyanto, menjelaskan pihaknya mengusung langgam arsitektur Indische dalam revitalisasi Pasar Sentul. Konsep itu dinilai yang paling sesuai dengan karakteristik kewilayahan Pakualaman yang juga masuk dalam kawasan Cagar Budaya.

“Konsep itu memang rekomendasi dari Dewan Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya [DP2WB] DIY. Fasadnya nanti kita konsep berciri khas bangunan Indissche,” ungkap dia.

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi berasal dari dana keistimewaan senilai Rp24,8 miliar. Bangunan pasar nantinya akan dibuat dua lantai dengan penambahan pula pada bagian atap atau rooftop. Selain itu luasan kios yang dibangun juga bakal sesuai dengan aturan yang tertera pada pengelolaan pasar rakyat.

“Kalau yang sekarang kan luas dan besar kios masih beragam, ada yang 0,75-1,5 meter². Ke depan itu akan kita seragamkan yakni 6-9 meter² untuk kios dan untuk los sebesar 2 meter²,” jelas dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Arsitektur Pasar Sentul Jogja Bakal Dibuat Bergaya Indische

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya