Tutup Iklan
Ilustrasi gula pasir (Pnterest)

Solopos.com, SOLO – Gula dan garam merupakan dua bahan makanan yang paling sering dikonsumsi. Hampir semua makanan mengandung bahan perasa tambahan ini. Namun bagi yang sedang diet, konsumsi kedua bahan tambahan pangan itu semestinya dibatasi.

Ada sebagia pelaku diet yang merasa takut mengonsumsi http://lifestyle.solopos.com/read/20190105/485/963032/minum-kopi-bikin-mulas-ini-sebabnya">gula. Sementara sebagian lainnya menghindari konsumsi garam karena dianggap mengikat lemak. Lantas, sebenarnya manakah di antara kedua bahan tambahan pangan itu yang berbahaya bagi tubuh?

Dikutip dari Health Me Up, Sabtu (5/1/2019), gula justru lebih berbahaya ketimbang http://lifestyle.solopos.com/read/20190105/485/963032/minum-kopi-bikin-mulas-ini-sebabnya">garam. Gula mengandung zat khusus yang memengaruhi tekanan darah. Gula, khususnya jenis fruktosa dapat memperburuk hipertensi dan memicu masalah jantung lainnya. Ironisnya, fruktosa biasa dipakai pada minuman bersoda atau makanan olahan lainnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, asupan gula di dalam tubuh maksimal 10 persen dari total kalori harian. Lebih mudahnya, orang dewasa maksimal mengonsumsi gula sebanyak 50 gram per hari. Jika lebih dari itu, maka tubuh bakal mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Sementara garam yang selama ini dianggap meningkatkan http://lifestyle.solopos.com/read/20190105/485/963032/minum-kopi-bikin-mulas-ini-sebabnya">tekanan darah justru tidak memiliki pengaruh signifikan. Peningkatan tekanan darah akibat mengonsumsi garam berlebih sangat jarang terjadi. Meski demikian, Anda tetap tidak boleh berlebihan mengonsumsinya agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten