Tutup Iklan

Gugatan Kandas, Ini Yang Akan Dilakukan Warga Bendosari Sukoharjo

Majelis hakim menolak gugatan yang diajukan sejumlah warga Bendosari dan sekitarnya atas nilai kompensasi lahan ruas Jalan Sugihan-Paluhombo.

Gugatan Kandas, Ini Yang Akan Dilakukan Warga Bendosari Sukoharjo

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vonis majelis hakim. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO—Majelis hakim menolak gugatan yang diajukan sejumlah warga Bendosari dan sekitarnya atas nilai kompensasi lahan ruas Jalan Sugihan-Paluhombo. Warga diberi kesempatan untuk mengajukan kasasi atas putusan hakim selama 14 hari.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan gugatan warga atas nilai kompensasi lahan ruas Jalan Sugihan-Paluhombo digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Selasa (22/1/2019). Ada dua perkara kasus gugatan warga yang disidangkan yakni gugatan nomor 117/pdt.g/2018/PN/skh dan 119/pdt.6/2018/PN/skh.

Warga mengajukan keberatan atas nilai kompensasi pelebaran ruas Jalan Sugihan-Paluhombo. Mereka tak pernah dilibatkan dalam proses negosiasi dan harga tanah terlalu rendah. “Secara formalitas, majelis hakim menerima keberatan warga atas nilai kompensasi pelebaran ruas jalan. Namun, penetapan nilai kompensasi ruas jalan yang dilakukan tim appraisal sudah sesuai prosedur. Sehingga majelis hakim tidak mengabulkan gugatan warga,” kata kuasa hukum warga Dusun Bakalan, Desa Mertan, Bendosari, Lukman, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Sebelumnya, majelis hakim telah memintai keterangan para saksi baik penggugat maupun tergugat. Keterangan dari para saksi dikuatkan dengan pembuktian yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutuskan perkara tersebut.

Menurut Lukman, warga tak pernah diajak musyawarah untuk menentukan nilai kompensasi jalur ruas Jalan Sugihan-Paluhombo.

“Warga hanya diajak musyawarah untuk menentukan bentuk lahan pelebaran ruas jalan. Semestinya, penentuan nilai kompensasi lahan juga dilakukan dengan musyawarah,” ujar dia.

Harga kompensasi lahan yang ditetapkan tim appraisal Rp150.000 per meter-Rp250.000 per meter. Padahal, harga pasar lahan warga mencapai di atas Rp600.000 per meter. Hal ini yang menjadi alasan utama keberatan warga atas nilai kompensasi lahan.

Dalam sidang itu, majelis hakim memberi kesempatan kepada penggugat apakah mengajukan kasasi atau tidak. Lukman masih menunggu sikap kliennya atas putusan majelis hakim ihwal pengajuan kasasi. “Kami bakal berkomunikasi terlebih dahulu dengan klien apakah mengajukan permohonan kasasi atau tidak.”

Sementara itu, seorang warga Dusun Karangtengah, Desa Mertan, Agus, menyampaikan majelis hakim juga menolak gugatan warga Dusun Karangatengah, Desa Mertan atas nilai kompensasi lahan. Warga bakal melakukan pertemuan untuk membahas putusan majelis hakim dan permohonan pengajuan kasasi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.