Tutup Iklan

Gugatan Ditolak PTUN, Praja Ajukan Banding Soal Masa Kerja Perdes

Praja Sragen akan mengajukan banding atas ditolaknya gugatan mereka oleh PTUN Semarang terkait pemangkasan masa kerja perangkat desa.

 Ilustrasi perangkat desa. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perangkat desa. (Antara)

Solopos.com, SRAGEN — Gugatan Praja Sragen mengenai masa kerja perangkat desa ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Mereka pun akan mengambil langkah banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

Perlu diketahui, Praja merupakan organisasi yang menaungi para perangkat desa di Sragen.

Ketua Praja Sragen, Sumanto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (28/10/2021), menyampaikan upaya mereka memperjuangkan nasib perangkat desa masij panjang. Hal ini bisa dilihat dari ditolaknya gugatan mereka menyangkut masa kerja perdes oleh PTUN Semarang.

Ia memastikan Praja akan terus memperjuangkan dengan mengajukan banding. Dalam putusan PTUN ternyata eksepsi tergugat, diterima dan gugatan penggugat ditolak.

Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, 78 Guru SMAN 2 Sragen Kenakan Pakaian Adat

“Intinya itu bunyi putusan PTUN. Atas dasar itulah Praja mengabil langkah banding. Salah satu pertimbangannya, bahwa dalam mencari keadilan itu harus tuntas. Jadi kami harus berupaya sampai upaya hukum terakhir. Jika upaya hukum terakhir sudah dilakukan maka apa pun hasilnya, ya itu harus kami terima,” jelas Sumanto.

Ia menerangkan surat banding sudah dilayangkan pekan lalu. Dia menyampaikan Praja sudah menunjuk penasihat hukum untuk mengurus upaya banding tersebut.

Sebelumnya, Praja mendampingi anggotanya yang melayangkan gugatan ke PTUN Semarang karena mereka merasa dirugikan atas surat keputusan (SK) pensiun sebagai perdes. Anggota Praja tersebut berkeyakinan masa kerja mereka belum berakhir.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mempersilakan Praja mengambil langkah banding karena hal itu menjadi hak Praja. Dia mengatakan upaya banding itu dipersilakan asal tidak melelahkan penggugat.

Baca Juga: Seorang Ibu di Sragen ini Laporkan Aktivitas Galian C ke Polisi

“Ya, kami sebagai tergugat tinggal melayani saja,” katanya.

Latar Belakang Persoalan

Sebagai informasi,  gugatan ini gara-garanya ada anggota Praja yang merasa dirugikan dengan surat keputusan (SK) pensiunnya sebagai perangkat desa (perdes).

Praja menduga ada yang salah dalam SK tersebut yang berdampak pada ketidakadilan bagi perdes. Ketua Praja Sragen Sumanto saat ditemui Solopos.com di Balai Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Senin (29/3/2021), mengatakan gugatan didaftarkan pada Senin itu.

Dalam hal ini, anggota Praja tersebut mendapat pendampingan dari Biro Konsultasi Bagian Hukum (BKBH) salah satu universitas swasta di Solo. Sumarno menerangkan sebelumnya BKBH sempat ke Pemkab Sragen untuk menyelesaikan polemik SK pensiun itu. Tetapi karena tidak ada penyelesaian akhirnya gugatan ke PTUN tetap jalan.

Baca Juga: Ditangkap Di Indekos, Warga Laweyan Solo Jadi Tersangka Jual Beli Satwa Dilindungi

“Kalau versi kami SK pensiun itu merupakan pemangkasan masa kerja perdes. Kami mencatat ada 11 desa yang mengeluarkan SK pensiun itu tetapi kami mengambil sampel dua desa. Satu desa di wilayah Kecamatan Sidoharjo dan satu desa di Kecamatan Sumberlawang untuk dijadikan materi gugatan ke PTUN,” ujar dia.

Sumanto melihat persoalan SK pensiun itu bukan kesalahan kepala desa (kades) karena kades melakukan pekerjaan atas perintah pejabat di atasnya. Ia menerangkan gugatan itu dilakukan personal, tetapi didukung Praja.

Sumanto banyak menerima aduan kasus terkait perdes karena selama ini Praja yang memperjuangkan nasib perdes. Ia mencontohkan di salah satu desa ada perdes yang sejak diangkat menjadi bayan ternyata dapat SK pensiun pada usia 60 tahun. Seharunya sesuai SK penangkatannya ia diberhentikan pada usia 65 tahun.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.