Gugah Nasionalisme Lewat Pengibaran Bendera Raksasa
Sejumlah pemuda memasang bendera Merah Putih raksasa di sekitar Jembatan Lengking, Kecamatan Nguter, Rabu (12/8). Aksi mereka untuk menggugah nasionalisme di HUT Kemerdekaan Indonesia. (Solopos.com-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO --Puluhan pemuda dan warga Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo melakukan cara unik untuk menggugah nasionalisme.

Mereka berkumpul di sebuah kebun kosong di sisi utara Jembatan Lengking yang menghubungkan wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Nguter-Desa Lengking, Kecamatan Bulu.

Belasan pemuda tersebut membawa bendera Merah Putih raksasa berukuran 12 meter x 16 meter. Tak berapa lama, mereka membentangkan Sang Saka Merah Putih yang dikaitkan di batang pohon.

28.718 Pekerja Di Sukoharjo Penuhi Syarat Dapatkan Insentif Rp600.000

Pagi itu, Rabu (12/8), puluhan pemuda dan warga Desa Tanjung, Kecamatan Nguter melakukan aksi simpatik untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Indonesia.

Proses pengibaran bendera didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat. Mereka ingin menggugah nasionalisme para pemuda dan warga.

Seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya, mereka dengan lantang memekikkan teriakan merdeka tiga kali. “Pengibaran bendera raksasa untuk memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia. Proses pengibaran bendera Merah Putih tetap menerapkan protokol kesehatan seperti physical distancing,” kata seorang pemudi Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Lisa, Rabu.

Penduduk Laki-Laki Indonesia Lebih Banyak dari Perempuan, Ini Datanya...

Lisa dan belasan pemuda lainnya ingin menggugah nasionalisme masyarakat dengan mengibarkan bendera raksasa saat peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia. Generasi muda harus memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme tinggi di era globalisasi.

Gunung Sepikul

Tak dapat dipungkiri sebagian generasi muda cenderung meniru budaya bangsa lain. Hal itu bisa ditangkal dengan memperkuat jiwa nasionalisme.

“Saya mengajak para generasi muda untuk membangun jiwa nasionalisme. Generasi muda harus menghargai jasa para pahlawan yang berjuang mati-matian sehingga bangsa Indonesia merdeka sejak 75 tahun lalu,” ujar dia.

Pasca Aksi Intoleran di Solo, Ganjar Minta Warga Diajak Berkomunikasi

Tantangan masa depan bagi generasi muda dinilai cukup berat karena beragam pengaruh budaya bangsa lain. Karena itu, generasi muda harus memiliki mental baja dan pantang menyerah dalam menyikapi persoalan bangsa. Spirit nasionalisme kembali dibangkitkan di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Edi Nuryanto, mengapresiasi aksi simpatik para pemuda yang mengibarkan bendera Merah Putih raksasa untuk memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia. Bendera Merah Putih itu dijahit selama beberapa pekan oleh warga setempat.

Solopos Hari Ini: ANGGARAN MEMBENGKAK

Rencananya, bendera Merah Putih raksasa itu bakal dikibarkan di kawasan Gunung Sepikul, Kecamatan Bulu pada akhir pekan ini.

“Kendati berbagai acara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ditiadakan akibat pandemi Covid-19 namun bukan berarti masyarakat hanya tinggal di rumah. Pengibaran bendera Merah Putih raksasa menggugah nasionalisme tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom