Gudang Arsip STIQ Isy Karima Karanganyar Terbakar
Tim pemadam kebakaran Satpol PP Karanganyar memadamkan api yang melalap ruang gudang arsip Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Isy Karima, Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar Senin (7/9/2020). (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR – Kebakaran melanda ruang gudang arsip Sekolah Tinggi Ilmu Alquran (STIQ) Isy Karima, Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar Senin (7/9/2020) siang. Belum diketahui secara pasti penyebab dari kebakaran tersebut.

Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Karanganyar, Renggo Buono, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari petugas keamanan yang berjaga di STIQ Isy Karima.

Laporan soal gedung arsip terbakar itu masuk ke pihaknya pada pukul 12.30 WIB. Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memadamkan api menggunakan tiga unit mobil pemadam kebakaran, dan masing-masing satu unit ambulans PMI, ambulans Rendan, mobil emergency BPBD Karanganyar, dan tanki air BPBD Karanganyar.

Covid-19 Jateng: Ganjar Waswas Muncul Klaster Pilkada 2020

“Kami langsung datang ke lokasi dengan respons time sekitar 15 menit. Kami juga dibantu oleh SAR, BPBD, dan PMI untuk memadamkan api,” ucap dia.

Renggo menjelaskan berdasarkan kesaksian, tiba-tiba muncul kepulan asap hitam tebal dari dalam gedung dan kemudian api berkobar dengan cepat. Menurutnya, belum diketahui pasti asal api yang menyebabkan kebakaran tersebut. Api bisa dikondisikan setelah proses selama 1,5 jam.

“Api bisa dipadamkan pukul 14.10 WIB. Untuk kerugian diperkirakan sekitar Rp300 juta. Tidak ada korban jiwa hanya luka-luka saja,” beber dia.

Unik! Ada Soto Garingan di Klaten & Boyolali, Gimana Rasanya?

Sementara itu, salah satu pengajar, Ridho, mengatakan pihaknya sudah mencoba untuk memadamkan api namun tidak kunjung padam. Sehingga, pihaknya kemudian memanggil damkar sembari tetap melakukan upaya manual memadamkan kebakaran tersebut.

“Tiba-tiba saja keluar asap saat istirahat salat dan makan siang. Kami sudah upaya pakai APAR untuk memadamkannya, tapi tidak bisa menangani. Sembari menunggu damkar datang, sebagian memanggil warga untuk membantu memadamkan api secara manual,” terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom