Gubernur Klaim Seluruh Jateng Siap Perpanjang PPKM

Gubernur Ganjar Pranowo mengklaim seluruh daerah di Jateng siap menerapkan perpanjang PPKM hingga 8 Februari mendatang.

SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menggelar jumpa pers seusai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (18/1/2021). (Solopos.com-Imam Yuda S)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengklaim seluruh daerah di Jateng siap menerapkan perpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. Menurutnya, Jateng siap melaksanakan kebijakan pemerintah pusat yang berkehendak memperpanjang PPKM hingga 8 Februari itu.

Bahkan, menurut politikus PDI Perjuangan itu PPKM tahap kedua tidak hanya akan diterapkan di tiga eks keresidenan, yakni Soloraya, Semarang Raya, dan Banyumas Raya. Tapi, menurutnya akan diberlakukan di seluruh daerah di Jateng.

Ganjar mengatakan saat ini dirinya memang belum mendapat informasi resmi dari pemerintah pusat terkait rencana perpanjangan PPKM atau yang juga dikenal dengan istilah PSBB Jawa Bali. Namun, pihaknya siap mendukung secara penuh pelaksanaan program itu. 

Jangan Lengah! Zodiak Ini Tidak Boleh Diprovokasi

"Kami masih menunggu keputusannya, tapi intinya kalau melihat PPKM pertama ini, hasilnya belum menggembirakan. Memang penting untuk mempertimbangkan [perpanjangan] itu guna menekan angka positif [Covid-19],” ujar Ganjar di kantornya, Kamis (21/1/2021).

Ganjar mengatakan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota terkait PPKM selama ini juga sangat positif. Meski awalnya PPKM hanya diberlakukan di tiga eks keresidenan, namun dalam pelaksanaannya semua kabupaten/kota menerapkan.

“Sekarang seluruh kabupaten/kota sudah berpartisipasi. Sudah 100 persen, terakhir kemarin Kendal. Jadi kalau nanti diperpanjang, tidak perlu diperluas jangkauannay karena sudah semua menerapkan,” imbuhnya.

Ingin Jual Properti di Masa Pandemi, Perhatikan Tips

Ganjar juga meminta masyarakat turut mendukung program PPKM itu. Menurutnya, keberhasilan PPKM terletak pada peran serta masyarakat. "Kalau ini tidak mendapatkan hasil apa-apa, memang ada peluang diperpanjang. Tapi kalau masyarakat berpartisipasi untuk disiplin semuanya, kasusnya turun, maka mungkin tidak diperpanjang," jelasnya.

Anggaran Rp1 T

Disinggung terkait kesiapan anggaran untuk mengantisipasi dampak dari pemberlakuan PPKM, Ganjar menegaskan pihaknya masih terus melakukan penjajakan. Pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait payung hukum terkait persiapan anggaran itu.

"Kami komunikasi terus dengan pusat agar mendapatkan payung hukum, apakah kita perlu refocusing? Tapi sambil menunggu aturan, saya sudah menyiapkan dan ketika aturan turun langsung bisa dieksekusi," katanya.

Vaksin Covid-19 Datang, 2.785 Vaksinator Jateng Siap

Beberapa mata anggaran yang bisa dilakukan penyesuaian, telah diperintahkan Ganjar untuk rasionalisasi. Bahkan ia sudah meminta minimal anggaran Rp1 triliun diamankan untuk mengantisipasi adanya dampak-dampak pemberlakuan PPKM itu.

"Saya minta minimal Rp1 trilin disiapkan, minimal itu. Jadi nanti bisa berkembang lagi, sambil kami memantau dampak-dampaknya. Mudah-mudahan masyarakat bisa bertahan, tapi kalau tidak, negara harus hadir membantu," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan menerapkan PPKM selama dua pekan, mulai 11-25 Januari. Namun, penerapan PPKM itu akan diperpanjang hingga 8 Februari mendatang menyusul belum adanya dampak yang signifikan dalam penurunan kasus Covid-19.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Salatiga Kebagian 5.000 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Kedua

Solopos.com, SEMARANG — Kota Salatiga, Jawa Tengah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac tahap kedua. Namun, Pemerintah Kota Salatiga...

PSIS Semarang Nantikan Piala Menpora 2021

Solopos.com, SEMARANG — Kontestan Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang, menyambut baik rencana pemerintah yang akan menggelar ajang Piala Menpora...

Gubernur Ganjar Anggap Jogo Tonggo Kunci Keberhasilan PPKM Mikro Jateng

Solopos.com, UNGARAN — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengklaim penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro di Jateng...

Salatiga Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 Tahap I

Solopos.com, SALATIGA — Pencapaian vaksinasi Covid-19 tahap pertama termin pertama di Kota Salatiga, Jawa Tengah dianggap tuntas. Pemerintah Kota...

Dikembangkan di Jateng, Ini Keunggulan Vaksin Nusantara...

Solopos.com, SEMARANG – Vaksin nusantara yang dikembangkan di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah diklaim...

Vaksin Nusantara Bikinan Undip & RS Kariadi Lolos Uji Klinis

Solopos.com, SEMARANG – Vaksin nusantara buatan Univesitas Diponegoro Semarang dan RSUP dr. Kariadi telah dinyatakan lolos uji klinis tahap...

Lawan Covid-19, Pemkab Grobogan Bentuk 280 Posko PPKM Mikro

Solopos.com, PURWODADI – Upaya menekan kasus penularan virus coronaterus dilakukan Pemkab Grobogan melalui Satgas Penanganan Covid-19. Salah satunya mendirikan...

PMI Jateng: Donor Plasma Konvalesen Capai 1.841 Orang

Solopos.com, SEMARANG — Palang Merah Indonesia mengungkap adanya peningkatan minat penyintas Covid-19 menyumbangkan plasma darah mereka untuk terapi convalescent...

12.754 Nakes di Semarang Vaksinasi Kedua Covid-19

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 12.754 tenaga kesehatan di Kota Semarang, Jawa Tengah telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 termin kedua tahap...

Sam Poo Kong Semarang Tanpa Perayaan Imlek 2021

Solopos.com, SEMARANG — Ingar bingar perayaan Tahun Baru China atau Imlek di Kota Semarang, Jawa Tengah tahun 2021 ini...