Gubernur Jateng Sambut Tahun Baru di Salatiga, Panti dan Ponpes Disambangi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Panti Asuhan Bhakti Luhur Tegalrejo, Kota Salatiga, menjelang pergantian tahun. (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Mengisi momentum pergantian tahun, Selasa (31/12/2019), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung sejumlah panti asuhan, pondok pesatren dan panti wreda Kota Salatiga, Jateng.

Ia bersilaturahim sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung menjelang pergantian tahun di Kota Salatiga, Selasa malam. Keempat lokasi yang dikunjungi Gubernur Ganjar Pranowo pada kegiatan Kelilingan Tahun Baru itu, adalah Panti Asuhan Darul Hadlonah Blotongan, Panti Asuhan Bhakti Luhur Tegalrejo, Wisma Lansia Maria Martha Grogol Baru, dan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Alfalah Ngemplak Sidomukti.

Dalam kunjungannya tersebut, Ganjar Pranowo juga memberikan sejumlah bantuan, yakni bantuan hibah uang Rp40 juta dari Baznas untuk Panti Asuhan Darul Hadlonah, dan masing-masing satu unit sepeda motor untuk Panti Asuhan Bhakti Luhur dan Wisma Lansia Maria Martha, kemudian untuk PPTI Alfalah diberikan satu unit sumur bor dari BBWS Pemali Juwana.

Selain itu, pada empat lokasi tujuan itu juga diberikan bantuan berupa beras sebanyak masing-masing satu kuintal. Ganjar mengaku pilihannya berkunjung ke panti asuhan, panti wreda, dan pondok pesantren dada malam Tahun Baru 2020 itu bukanlah tanpa alasan.

Menurutnya, itu karena pada saat ini banyak orang di kota berpesta penuh keramaian, ada orang-orang di tempat tertentu yang kesepian. "Beberapa tahun ini saya memilih bertemu masyarakat di kampung-kampung yang agak sepi. Mudah-mudahan kedatangan saya bisa membuat suasana jadi ramai dan bahagia," katanya.

Kegiatan berkeliling menjelang tahun baru sebelumnya juga dilakukan pada satu tahun lalu dan waktu itu Gubernur Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin berkeliling dengan sepeda ke panti asuhan di Kota Semarang.

"Ya kita mau berbagi saja, tahun baru kan tidak harus hura-hura, meski yang mau merayakan dengan nonton musik atau kembang api silakan saja, tapi 'nyumet' (menyalakan) kembang api 'ojo banter-banter' ya," ujarnya.

Awalnya Ganjar Pranowo berencana mengendarai sepeda motor saat akan berkeliling menjelang pergantian tahun, namun hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak sore memaksanya mengubah rencana. "Tadinya mau naik motor, tapi hujannya tidak berhenti, ya terpaksa naik mobil jadinya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom