Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuat video vlog bersama peserta Apel Kebangsaan Pelajar Kabupaten Banyumas di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (18/10/2019). (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, PURWOKERTO — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memilih memimpin Apel Kebangsaan Pelajar Kabupaten Banyumas meskipun sebenarnya dia sudah dijadwalkan menghadiri sebuah acara di Kabupaten Klaten. Keputusan itu diambilnya setelah diviralkan lewat media sosial.

Saat memberikan sambutan, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku hal itu di hadapan 5.000-an pelajar peserta apel. Menurutnya ia akhirnya menghadiri Apel Kebangsaan Pelajar Kabupaten Banyumas itu sebelum ke Klaten karena acara tersebut telah diviralkan oleh para pelajar melalui media sosial.

Apel itu ditujukan untuk meningkatkan kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan negara kesatuan Republik Indonesia serta menolak radikalisme. Acara di Alun-Alun Purwokerto, Jumat (18/10/2019), diikuti lebih dari 5.000 pelajar dan diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar.

Menurut dia, Apel Kebangsaan Pelajar tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Kabupaten Banyumas maupun Jawa Tengah. "Bahkan, mungkin yang pertama di Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo berdialog dengan salah seorang siswa SMA Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Hafiz, yang dia undang ke mimbar untuk menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Ikrar Pelajar yang telah dibacakan secara bersama-sama. Karena bisa menjelaskan secara gamblang mengenai nilai-nilai tersebut, Hafiz diberi hadiah berupa satu unit laptop.

Seusai apel, Ganjar mengajak Bupati Banyumas Achmad Husein dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) Banyumas untuk membuat vlog bersama para pelajar.

Saat ditemui wartawan, Gubernur Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas pelaksanaan Apel Kebangsaan Pelajar Banyumas tersebut karena satu hari sebelumnya para pelajar menuliskan di media sosial masing-masing untuk diadakannya kegiatan itu sehingga inisiatif mereka dan Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu mendapatkan dukungan.

"Semangat mereka luar biasa, membangun kesadaran bagaimana cinta kepada bangsa dan negara, bagaimana menghormati orang tua, bagaimana menghormati teman, dan kemudian menggunakan narasi-narasi baik, dan inisiatif ini tentu kita dukung sebagai sesuatu yang cukup langka karena mereka melakukan ini, menyiapkan dengan lama, dan ini menunjukkan sebuah kesungguhan dari pelajar kita, bagaimana menatap masa depan Indonesia yang jauh lebih baik," katanya.

Kendati demikian, dia mengingatkan para pelajar karena mereka pada tahun 2045 akan menjadi generasi yang memimpin bangsa Indonesia. Pada saat itu, kata dia, tantangannya cukup banyak karena adanya hoaks dan kediktatoran gawai yang saat sekarang sudah banyak orang bergantung pada perangkat telekomunikasi tersebut.

"Bahkan, berita beberapa hari lalu, banyak pelajar yang masuk rumah sakit jiwa karena dia terlalu sering bermain games, bermain gadget. Nah, tantangan-tantangan itu sering kali diselipi pesan-pesan yang memberikan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila, ada narkoba dimasukkan, ada radikalisme-terorisme dimasukkan, ada juga pornografi yang bisa merontokkan mental anak-anak kita," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, orang tua mesti mengingatkan dan menjaga dengan baik agar relasi antarteman atau antarmanusia yang dibangun oleh anak-anaknya terjaga. Seusai Apel Kebangsaan Pelajar Kabupaten Banyumas, Gubernur berkesempatan menghadiri Dialog Kebangsaan Pelajar dan peluncuran program FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Goes to School di Pendapa Si Panji, Purwokerto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten