Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membacakan pidatonya pada Upacara Peringatan HUT ke-69 Jateng di Simpang Lima, Semarang, Kamis (15/8/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang ada di wilayahnya. Ia juga meminta seluruh masyarakat Jateng untuk saling bersatu untuk menjaga keamanan dan kekondusifan wilayah.

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi kericuhan yang melihatkan mahasiswa Papua dengan sejumlah masyarakat di Surabaya dan Malang, Senin (19/8). Akibat kericuhan itu, kondisi tidak kondusif meluas hingga ke Manokwari dan Makassar.

"Saya minta semua harus menahan diri. Sudah, ayo saling memaafkan. Jangan dikembangkan lagi," kata Ganjar dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa (20/8/2019).

Ganjar mengaku telah menelpon Gubernur Papua, tokoh agama Papua, maupun mahasiswa Papua di Jateng. Ia menegaskan bahwa ia menjamin keamanan mereka.

"Tenang saja, saya jamin keamanan saudara dari Papua yang ada di sini. Saya minta juga kepada seluruh masyarakat Jateng ikut menjaga, karena bagaimanapun mereka adalah saudara kita sebangsa setanah air. Apalagi, banyak saudara kita dari Papua ini sedang sekolah, mari kita jaga agar belajarnya tidak terganggu dengan urusan ini," tegasnya.

Ganjar juga meminta kepada semua masyarakat di Indonesia untuk menahan diri. Jangan sampai ada hal-hal yang justru menambah panas suasana, disebarkan melalui media sosial.

"Semua harus menahan diri, kadang satu kalimat yang tidak baik, semua tulisan yang masuk dalam medsos tidak baik, itu akan membakar. Nanti penumpang gelap yang ingin Indonesia tidak bersatu akan memanfaatkan. Mari menjaga diri, saling memaafkan," tegasnya.

Kasus kerusuhan ini, lanjut dia, juga dapat menjadi pembelajaran bagi semuanya. Dalam bermasyarakat, katanya, tidak boleh menggunakan kata yang tidak pantas dan dapat menyinggung perasaan orang lain.

Sekadar diketahui, kericuhan yang melibatkan mahasiswa Papua pecah di Surabaya dan Malang. Akibat kericuhan itu, menyulut kericuhan di tempat lain. Kericuhan terjadi di Makassar dan juga di Manokwari, Papua Barat. Bahkan di Manokwari, Kantor DPRD Papua Barat dibakar oleh massa.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten