Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara/Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan warganya untuk memenuhi ketentuan tonase agar jalanan di Jateng awet dan tidak lekas rusak.

Ia mengimbau pemilik dan pengemudi angkutan barang agar tidak mengoperasikan armada untuk membawa barang melebihi batas tonase. Terutama, katanya, di jalur jalan pantai utara (pantura) Jawa Tengah saat musim penghujan.

"Kondisi jalan pantura jangan diperparah dengan banyaknya kendaraan berat melintas dengan muatan berlebih, karena kendaraan yang berlebih ODOL atau over dimension over load akan memperparah kerusakan jalan," katanya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan para pengusaha pemilik armada kendaraan berat dan sopir truk harus bisa mengikuti aturan untuk tidak mengangkut barang melebihi tonase, sebab selain membantu jalan awet, juga mencegah kecelakaan di jalan akibat kelebihan muatan. "Nanti biar Kemenhub mengatur over dimention over loading itu dikontrol betul, jembatan timbang mesti mengontrol," ujarnya.

Guna memantau kondisi jalan di jalur pantura, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya siap menerjunkan tim patroli untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa jalan di pantura wilayah Jawa Tengah sebagian mulai rusak dan berlubang, salah satunya akibat tingginya curah hujan, sehingga mempercepat tergerusnya aspal serta membuat genangan di jalanan Jateng.

"Tim patroli jalan siap diterjunkan kapan saja, apalagi selama ini jalinan kerja antara Dinas PU, Bina Marga, dan Cipta Karya Jawa Tengah dengan Kementerian PUPR telah berjalan dengan baik," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten