Gubernur Jateng Bertekad Inovasi demi Penuhi Kekurangan Pegawai

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan tekad inovasi dalam Peluncuran Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Batang, Jateng, Kamis (23/1/2020).

Minggu, 26 Januari 2020 - 08:50 WIB Penulis: Newswire Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti Peluncuran Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Batang, Kamis (23/1/2020). (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, BATANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (23/1/2020), hadir dalam Peluncuran Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Batang. Dalam kesempatan itu, ia melontarkan tekadnya melakukan inovasi demi memenuhi kekurangan pegawai.

Menurutnya, banyak inovasi yang bisa dilakukan demi memenuhi kebutuhan pegawai maupun pelayanan publik. “Selama pemerintah belum bisa menjamin memenuhi kebutuhan pegawai maka tenaga kontrak masih diperlukan. Tinggal formatnya, bisa melalui formula PPPK [Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja] maupun harian lepas atau pun konsep honorer,” katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah guru masih kurang sehingga tidak memungkinkan jika tenaga honorer dihapus seluruhnya. Oleh karena itu, komprominya membuat honorer. Namun, kata dia, menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi yang bagus, jika daerah mengangkat honorer dan pemda harus siap membiayai agar tidak dibebankan pemerintah pusat.

“Itulah kekuatan otonomi daerah dan menurut saya itu lah cara kompromi Menpan RB memberi izin situasi yang sangat bagus,” katanya.

Terkait dengan hasil pembahasan Kemen PAN-RB dan DPR honorer akan dihapus, politikus PDIP ini mengatakan jika negara belum bisa memenuhi kekurangan pegawai maka hal itu seharusnya tidak boleh. “Sebenarnya ada formula PPPK, itu bisa memenuhi kebutuhan pegawai. Namun, untuk kerja-kerja yang sifatnya terbatas, maka dikontrakkan saja untuk menghindari rekrutmen honorer. Jadi ada terminasi waktu untuk memenuhi kekurangan pegawai yang terjadi saat ini,” katanya.

Ia menilai penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan pemerintah pusat kurang tepat karena hal itu justru akan menyulitkan dalam pemenuhan kebutuhan pegawai di sejumlah instansi yang saat ini justru kekurangan tenaga. “Saat ini saja banyak instansi yang kekurangan pegawai sehingga tenaga honorer tidak memungkinkan jika dihapus. Untuk guru saja saat ini kurang sehingga jika dipangkas maka bisa tidak ada guru, terus yang mau ngajar siapa,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng Seru! Ratusan Peserta Ikuti Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Danjen Kopassus 8 menit yang lalu

HEADLINE jateng Korban Meninggal dalam Kecelakaan Tol Semarang-Solo Bertambah, Total 6 Orang 2 jam yang lalu

HEADLINE jateng Polisi Periksa 7 Pengemudi Mobil dalam Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang 6 jam yang lalu

HEADLINE jateng Asyik, Semarang Sediakan 250 Sepeda Motor Listrik untuk Wisatawan 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Mobil Tabrak Pohon di Depan Kodam Diponegoro, 1 Nyawa Melayang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Pendukung Anies Baswedan Capres 2024 Gelar Deklarasi di Semarang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Alpokat Kalibening, Varietas Ambarawa yang Pernah Dipamerkan di Istana Negara 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Polisi: Sopir Alami Microsleep 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Diduga Tenggelam, Nelayan Cilacap Tiba-Tiba Hilang saat Cari Benur 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kronologi Truk Bermuatan Kelapa Seruduk Sepeda Motor di JLS Salatiga 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Semarang & Kendal Diguyur Hujan Es, BMKG: Dipicu Awan Kumulonimbus 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Minibus Tabrak Truk di Tol Semarang-Solo, Ini Daftar Korban Meninggal 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Truk Muatan Kelapa Seruduk Sepeda Motor di Salatiga, Tiga Orang Meninggal 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang - Solo, 5 Nyawa Melayang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kecelakaan Maut di Tol Semarang - Solo: Minibus Sundul Truk, 5 Meninggal 1 hari yang lalu