Gubernur Jateng Anggap Masker Senjata Ampuh Lawan Covid-19
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Humas.jatengprov.go.id)

Solopos.com, SEMARANG Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat Jateng untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus rantai persebaran Covid-19. Salah satu upaya yang dianggap ampuh oleh Gubernur Jateng adalah penggunaan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Menurut Gubernur Jateng, masker menjadi senjata yang ampuh dalam melawan virus corona. Apalagi hingga saat ini vaksin atau obat Covid-19, menurut Gubernur Ganjar belum ditemukan. Tak dijelaskan lebih lanjut tentang obat Covid-19 yang diidam-idamkan sang gubernur itu.

Konfirmasi Kolaborasi dengan Jason Derulo, BTS Joget Tiktok

“Kita harus memenangkan perang melawan Covid-19 dan masing-masing di antara kita harus bisa menjadi tentara yang menjadi benteng terdepan. Senjata kita adalah perilaku hidup bersih dan sehat dengan memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ujar Ganjar kepada Semarangpos.com—grup Solopos.com, Rabu (30/9/2020).

Ganjar menambahkan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak sektor kehidupan. Bukan hanya sektor kesehatan yang mengalami imbas, tapi juga ekonomi dan kesehatan.

Lawan dengan Peduli

Meski demikian, katanya, pandemi masih bisa dilawan dengan kepedulian masyarakat. Pandemi Covid-19 bukan hanya membutuh kerja keras tenaga kesehatan, tapi juga masyarakat.

“Tenaga kesehatan bertugas pada benteng terakhir, maka kita harus secara bersama-sama saling menjaga, mengingatkan, mengedukasi, dan tidak memberi stigma negatif kepada penyintas,” ujar Ganjar.

Astronom Temukan Planet Mirip Bumi dengan Orbit 3,14 Hari

Selain memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat alias PHBS, Gubernur Jateng juga mengajak masyarakatnya untuk menghindari kerumunan atau tempat yang mendatangkan banyak massa.  Hal itu diyakini mampu mencegah dari penularan virus corona.

Sementara itu, berdasar data corona.jatengprov.go.id, hingga kini kasus Covid-19 di Jateng telah mencapai 22.426. Perinciannya, 3.632 orang masih dirawat, 16.2827 orang dinyatakan sembuh dan 1.967 orang meninggal dunia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom