Solopos.com, MUNGKID — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharamkam tujuh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  menolak pasien. Pernyataan itu disampaikan dengan tegas pada saat Grand Opening RSU Syubbanul Wathon yang dilakukan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin, Kamis (7/11/2019).

"Rumah sakit provinsi saya haramkan menolak pasien. Apapun kondisinya, semiskin apapun, negara harus bertanggung jawab," kata Gubernur Ganjar Pranowo sebagaimana dikutip siaran pers Pemprov Jateng yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jumat (8/11/2019).

Gubernur Ganjar Pranowo berharap langkah yang sama juga dilakukan RS Syubbanul Wathon. Dengan demikian, katanya, kehadiran rumah sakit di kawasan Magelang Timur itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di samping itu, Ganjar juga meminta agar RSU Syubbanul Wathon tidak hanya pasif menerima pasien. Dia menginginkan agar RSU Syubbanul Wathon juga mampu menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Minimal cuci tangan sebelum makan. Berikutnya menjaga lingkungan agar tetap bersih, terutama soal sampah. Ini problem sangat serius," ujarnya.

Apabila pihak RSU Syubbanul Wathon bisa menjadi agen kesehatan, maka akan sangat membantu menyelesaikan banyaknya PR pemerintah di bidang kesehatan. Seperti stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Sementara itu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap keberadaan RSU Syubbanul Wathon bisa memberikan  layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Bukan hanya dari sisi kuratif, tapi yang terpenting justru promotif.

"Saya sepakat dengan Pak Gubernur [Ganjar Pranowo], mudah-mudahan rumah sakit bisa memberikan pelayanan optimal. Tidak hanya menangani orang sakit, tapi juga melakukan upaya-upaya pencegahan. Promotif lebih penting supaya tidak banyak orang yang sakit. Oleh karena itu perlu digalakkan Germasnya. Gerakan masyarakat hidup sehat," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wapres juga mengapresiasi berdirinya RSU Syubbanul Wathon yang berdiri atas kerja sama Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, Yayasan Syubbanul Wathon dan Siloam Hospitals Group sebagai bagian dari Lippo Group. Itu merupakan wujud gotong royong yang menjadi ciri khas Indonesia. "Di negara lain saya kira tidak ada. Ini kelebihan Indonesia, atau yang kita sebut sebagai kearifan lokal yang harus kita jaga," ajak Wapres

Ketua Yayasan Syubbanul Wathon yang juga Pengasuh Pesantren API Salaf Tegalrejo, Magelang, K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) menyampaikan terima kasih atas perkenan Wapres Ma'ruf Amin meresmikan rumah sakit yang soflaunching-nya sudah dilakukan Januari lalu. Kehadiran Wapres menunjukkan pemerintah memberikan perhatian serius, meski hanya meresmikan rumah sakit berskala kecil di daerah.

"Kehadiran Pak Wapres, Pak Gub, Menkes membesarkan hati kami dan memberikan semangat serta doa, agar perjalanan rumah sakit ini ke depan membawa manfaat bagi warga pesantren maupun masyarakat Magelang," harapnya

Sebagai informasi, RSU Syubbanul Wathon merupakan rumah sakit tipe C yang dibangun di atas lahan seluas 4.800 m2, dengan bangunan tiga lantai seluas 6.000 m2. Rumah Sakit Syubbanul Wathon dilengkapi dengan peralatan kesehatan modern, memiliki 12 dokter spesialis, 7 dokter umum, dan perawat bersertifikat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Bisnis


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten