Gubernur Ganjar Terbitkan SE, Kepala Daerah di Jateng Harus Gunakan Aspal Buton

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerbitkan SE yang meminta kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton.

 Ilustrasi penggunaan aspal untuk jalan raya. (Solopos.com-Antara/Yusuf Nugroho)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penggunaan aspal untuk jalan raya. (Solopos.com-Antara/Yusuf Nugroho)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menerbitkan surat edaran yang berisi instruksi kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton. SE ini diterbitkan Ganjar sebagai implementasi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memaksimalkan produk dalam negeri.

“Ini [penggunaan aspal Buton] bagian dari pelaksanaan atau implementasi menggunakan produk dalam negeri. Nah, kalau aspal dari dalam negeri saja ada, kenapa kita tidak mau menggunakannya,” ujar Ganjar di Semarang, Jumat (30/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Surat edaran itu dikeluarkan Ganjar sehari setelah Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Buton, Sulawesi Tenggara (Sulteng) pada Selasa (27/9/2022). Kala itu, Presiden memutuskan untuk tidak lagi mengimpor aspal karena melihat potensi aspal yang sangat besar di Buton, yakni mencapai 622 juta ton.

Ganjar pun mengaku selama ini sebenarnya sudah menggunakan aspal Buton untuk sejumlah fasilitas umum di Jateng. Aspal Buton digunakan untuk jalan di halaman Kantor Pemprov Jateng maupun beberapa ruas jalan di Jateng dan hasilnya bagus.

“Bahkan suhunya tidak perlu panas-panas, maka kami sampaikan ini lo ada aspal yang bisa dipakai buatan dalam negeri. Ayo gunakan,” jelasnya.

Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Dinkes Jateng: Ada Keterlambatan Produksi

Menurut dia, warga Indonesia, termasuk Jateng harus punya kepercayaan diri dan mulai menggunakan produk-produk dalam negeri.

“Kita mesti punya kepercayaan diri untuk kita bisa pakai dan itu juga berlaku kepada produk-produk lain yang memang potensial untuk kita bisa pakai sendiri,” katanya.

Ia berharap implementasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) bisa segera dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Apalagi, untuk pengadaannya mudah dan transparan melalui e-katalog LKPP Provinsi Jateng.

Baca juga: Semarang Panas, Suhu Diprediksi Capai 39,5 Derajat Celcius

“Setidaknya kalau ada kesempatan dipakai, yang penting enggak boleh ada kolusi dan enggak boleh ada korupsinya,” kata Ganjar Pranowo.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Daftar Daerah di Jateng yang Angka Kematian Bayi Tinggi, Kebanyakan di Selatan

      Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng dengan tingkat atau angka kematian bayi tertinggi sepanjang 2022.

      Tinggi! Angka Kematian Bayi di Jateng Capai 3.031 Kasus

      Angka kematian bayi di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sangat tinggi hingga mencapai 3.031 kasus hingga triwulan ketiga 2022.

      UMK Jepara 2023 Diusulkan Naik 7,8%, Jadi Rp2,2 Juta

      Dewan Pengupahan Jepara mengusulkan kenaikan UMK 2023 sebesar 7,8 persen atau menjadi sekitar Rp2,2 juta.

      PLN Nyalakan Serentak 224 Pelanggan Sektor Agrikultura, Petani Bawang Bahagia

      PLN UID Jawa Tengah dan DIY melakukan penyalaan serentak kepada 224 pelanggan sektor agrikultura dengan total daya 2.717.000 VA.

      Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Siap Layani Impor Produk Holtikultura

      Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini tengah dipersiapkan untuk menjadi pelabuhan yang melayani impor produk holtikultura.

      Desersi, Polisi di Kudus Dipecat

      Seorang anggota polisi di Polres Kudus dipecat dari jabatannya setelah dianggap lalai menjalankan tugas atau desersi.

      Selamat! Kota Semarang Raih Predikat Kota Cerdas Bidang Ekonomi

      Kota Semarang mendapat predikat Kota Cerdas atau Smart City Bidang Ekonomi dari Bappenas.

      Banjir Bandang Terjang Pati, BPBD: 6 Ekor Sapi Mati

      Data BPBD Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), menyebut setidaknya ada enam ekor sapi milik warga yang mati diterjang banjir bandang.

      Alert! Banjir Bandang di Pati Akibat Pegunungan Kendeng yang Kian Tandus

      Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pati di Jawa Tengah (Jateng) dan mengakibatkan dua orang meninggal karena Pegunungan Kendeng yang kian tandus.

      Salatiga Kembali Catat IPM Tertinggi di Jateng

      BPS Jateng mencatat nilai IPM Kota Salatiga kembali yang tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) pada 2022 ini.

      Innalillahi, 335 Ibu di Jateng Alami Kematian Sepanjang 2022

      Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng menyatakan angka kematian ibu di provinsi tersebut sepanjang 2022 mencapai 335 kasus.

      PLN Salatiga Sosialisasikan Listrik Premium, Listrik Tanpa Padam

      PLN menghadirkan layanan listrik premium, dimana jalur kelistrikan pihaknya menyiapkan secara dobel.

      Kampung Melayu Bersolek, Siap Jadi Ikon Wisata Baru di Semarang

      Kampung Melayu saat ini tengah dalam tahap revitalisasi dan siap menjadi ikon baru wisata di Kota Semarang.

      Ini Kronologi Nelayan Rawa Pening Meninggal Tenggelam

      Saat perahu terguling, korban sempat berteriak minta tolong, tetapi karena jarak terdekat dari nelayan lain di luar jangkauan.

      Sedih! Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Pati Bertambah

      Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), bertambah menjadi dua orang pada Kamis (1/12/2022).