Gubernur Ganjar Tambah Gelar Pemimpin Inovatif Indonesia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggendong bayi laki-laki yang kemudian dinamainya Muhammad Joko Ma\'ruf, Sabtu (30/3/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan Government Award 2019 dari Sindo Weekly. Ia kini menambah gelar sebagai Indonesian Innovative Leader.

Penghargaan itu diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo kepada gubernur yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah Riena Retnaningrum di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Pemimpin Redaksi Sindo Weekly Nevy Hetharia menyampaikan Government Award diberikan untuk memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan pembangunan di daerah masing-masing. Melalui penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk terus maju dan berinovasi. Bagaimana pun pembangunan Indonesia tergantung pada pembangunan di daerah, terutama pedesaan.

Sejak 2014 hingga 2018, lanjut dia, pihaknya telah memberikan penghargaan kepada 194 gubernur, bupati, dan wali kota, sementara pada 2019, penghargaan diberikan pada 30 kepala daerah di Indonesia. "Kami berharap agar penghargaan ini bisa lebih memotivasi agar pemerintah daerah berkarya lebih baik lagi," kata Nevy.

Untuk Jawa Tengah, penghargaan diberikan karena Gubernur Ganjar Pranowo dinilai kreatif dan memiliki banyak inovasi antara lain, penerapan e-government, sistem pemerintahan berbasis elektronik, maupun mendorong pemerintahan desa yang inovasi. Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menambahkan peran pemerintah daerah, termasuk desa, sangat strategis dalam pembangunan terlebih pada era Presiden Joko Widodo yang mengalokasikan APBN lebih banyak untuk daerah ketimbang pusat.

Eko menunjuk contoh dana desa yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat yakni pada 2015, dana desa dialokasikan Rp20,67 triliun dan pada 2019 dana desa sudah mencapai Rp70 triliun. "Selama lima tahun ini Rp257 triliun dana desa yang disalurkan," ungkap Eko.

Menurutnya, pemberian dana desa berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan bahkan, pada September 2018, kemiskinan turun hingga menyentuh 9,66%. Penurunan kemiskinan di desa pun lebih besar dari perkotaan. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen kepala daerah untuk memajukan wilayahnya.

Eko berharap penggunaan dana desa ke depan tidak lagi difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Namun, diarahkan pada pemberdayaan perekonomian masyarakat, mendorong BUMDes, serta pemberdayaan sumber daya manusia.

Kepala Diskominfo Jawa Tengah Riena Retnaningrum berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu bagi jajaran pemerintah di Jateng dan provinsi lainnya terlebih di era otonomi daerah, yang menuntut pemda terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera. "Karena pada dasarnya otonomi daerah itu bagaimana memberikan inovasi pelayanan masyarakat untuk kesejahteraan rakyat," tutup Reina Retnaningrum.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom