Tutup Iklan -->
Gubernur Ganjar: Semua Pemudik Masuk ODP
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan keterangan pers terkait virus Corona (COVID-19) kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2020). Dalam keterangan pers tersebut per hari Minggu (15/3/2020) pukul 11:00 WIB total jumlah pasien berstatus positif COVID-19 di wilayah Jateng berjumlah empat orang yang satu diantaranya telah meninggal dunia di Solo, Jateng pada Rabu (11/3/2020) lalu, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 15 orang. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Solopos.com, SOLO – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan semua pemudik yang memasuki wilayah Jateng secara otomatis masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Mereka diminta menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Pasien Positif Corona Ke-4 yang Meninggal di RSUD Moewardi Solo dari Sukoharjo

Hal itu disampaikan Ganjar melalui sebuah video yang diunggah dalam akun Youtube Ganjar, Kamis (27/3/2020). Dalam video itu ganjar mewanti-wanti agar para perantauan mengurungkan niatnya mudik ke Jateng untuk menghindari penularan penyakit virus corona (Covid-19).

Kasus Corona Jateng Meningkat

Ingin Wabah Corona Segera Berakhir? Mahamenteri Keraton Solo Tedjowulan Sarankan Ini

Gubernur Ganjar menyatakan banyaknya pemudik pulang kampung memicu lonjakan kasus positif corona di Jateng. Dalam tiga hari, pasien terkonfimasi positif corona melonjak dari 19 menjadi 40 orang.

Selain itu, ada 6 orang meninggal dunia. Jumlah ODP juga naik drastis hingga 3.638 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 294 orang.

Ada 639 ODP & 6 PDP Corona di Klaten, Ini Sebaran Wilayahnya

“Kenaikan signifikan ini dugaan kami salah satunya karena ada lonjakan perantauan yang mudik ke wilayah Jawa Tengah,” terang dia.

Terkait jumlah pemudik ini Ganjar menyebutkan hingga 26 Maret 2020, ada 46.018 pemudik dari berbagai provinsi yang pulang ke Jateng. Pemudik terbanyak ada di Wonogiri 42.838 orang, Semarang dan sekitarnya 10.979 orang, Cilacap 4.527 orang, dan Jepara 2.164 orang.

Tak Mau Corona Masuk Penjara, Sidang Pun Digelar Secara Online di Sragen

Arus pemudik juga terpantau di Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kudus Pati Grobogan, Kabupaten Magelang, Purbalingga, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar.

“Saya sepakat dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY, semua pemudik otomatis masuk kategori ODP. Semua!” ujar Ganjar Pranowo.

Tegal Lockdown, Begini Respons Pengusaha Warteg

Dalam video berdurasi 6 menit 11 detik itu, Ganjar meminta para bupati, wali kota, hingga kepala desa mendata siapa saja pemudik yang sudah datang. Kemudian, para pemudik ini harus mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

“Segera melapor jika merasakan gejala sakit agar segera ditangani,” pesan Ganjar dalam video itu.

Dewan Guru Besar FKUI Minta Jokowi Terapkan Lockdown di Indonesia

Usulkan Jaring Pengaman Sosial

Ia menjelaskan Pemprov Jateng berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat, serta Pemprov Jawa Timur untuk membuat kesepakatan melarang warga pulang ke daerah asal.

Sejumlah Desa di Wonogiri Bikin Larangan Memancing di WGM

“Yang di Jakarta tetap di Jakarta. Yang di Jawa Barat tetap di Jawa Barat. Yang Jateng tetap di Jateng. Dan yang di Jawa Timur tolong tetap di Jawa Timur,” imbau Ganjar.

Tak hanya itu, untuk menjamin kehidupan warga di perantauan yang tidak bisa bekerja, Ganjar mengusulkan kepada Gugus Tugas Pusat agar memberikan jaring pengaman sosial.

Pasien Positif Corona Sukoharjo Bertambah Jadi 2 Orang

Masyarakat diharapkan mendapatkan jaminan kebutuhan dasar selama menjalani physical distancing di rumah masing-masing.

“Bapak-Ibu, Covid-19 bukan masalah sepele. Saya mohon, mohon sekali, jangan meremehkan. Jangan semaunya sendiri. Ini masalah kita bersama yang harus kita selesaikan dengan kebersamaan. Anda berdiam di rumah insyaallah, kita semua sehat. Atau anda nekat, kita semua terancam tidak selamat,” pesan Ganjar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho