Gubernur Ganjar Sangkal Jateng Jadi Episentrum Baru Covid-19, Ini Alasannya
Peta sebaran Covid-19 di Jateng. (corona.jatengprov.go.id)

Solopos.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menyangkal sebutan episentrum baru Covid-19 bagi Jateng.
Jateng saat ini memang tengah menjadi sorotan dan disebut-sebut menjadi episentrum baru persebaran Covid-19. Hal itu menyusul jumlah kasus aktif Covid-19 di Jateng yang tertinggi nasional, yakni 10.494, lebih tinggi dari DKI Jakarta yang berjumlah 8.722 orang.

Namun, Ganjar berdalih tingginya kasus Covid-19 di Jateng lebih dikarenakan tertundanya data yang masuk ke pusat atau delay. Kendala itu pun membuat adanya penumpukan data yang dilaporkan ke pusat sehingga seolah-olah Jateng menjadi yang tertinggi.

Demi Tangkal Covid-19, Ganjar Usul Liburan Akhir Tahun Ditiadakan

Gubernur berambut putih ini mencontohkan berdasarkan data Satgas Covid-19, tercatat kasus aktif di Jateng hingga Senin (23/11/2020) mencapai 10.460 orang. Sementara berdasarkan situs web corona.jatengprov.go.id, hingga Rabu (25/11/2020) jumlah kasus aktif Covid-19 di Jateng hanya 7.463 orang.

"Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana. Bayangkan, bedanya bisa 3.000 kasus. Kalau besok tiba-tiba dimasukkan angka 3.000 itu pasti gede, pasti meningkat," ujar Ganjar seusai menggelar rapat evaluasi Covid-19 di kantornya, Selasa siang.

Ganjar menyebut dari pengecekan tanggal 1-10 November 2020, ada 809 data delay yang ditempelkan sebagai data tambahan. Bahkan, Ganjar juga menemukan ada 18 nama yang tes sejak bulan Juni, baru dimasukkan dalam rilis tersebut.

Ini Kiat Disdikbud Jateng Hadapi Covid-19...

Terkait perbedaan data itu, Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Dirinya juga memerintahkan jajarannya melakukan clearence data dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar semua data bisa dicek dengan benar.

Target WHO

Meski demikian, Ganjar tidak memungkiri adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 di Jateng. Ganjar mengklaim tingginya kasus itu karena pihaknya gencar melakukan tes PCR. Ia mengklaim saat ini jumlah tes Covid-19 di Jateng sudah memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO, yakni 1.416 per 1 juta penduduk.

"Pada pekan ke-4 Oktober tes PCR Jateng 625 per 1 juta penduduk, naik jadi 809 per 1 juta penduduk pada pekan pertama November. Sekarang jadi 1.416 per 1 Juta penduduk," terangnya.

Kasus Covid-19 Salatiga Tembus 551, Tenaga Kesehatan Kewalahan Tracing

Kendati demikian, mengacu data dari Kementerian Kesehatan yang dirilis @kawalcovid-19 per Senin (23/11/2020), positivity rate atau rasio tes dengan jumlah kasus positif Covid-19, Jateng masih di bawah standar WHO.
Positivity rate Jateng masih di angka 11,14%, atau di atas standar WHO yang di bawah 5%.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom