Gubernur Dorong Kabupaten/Kota di Jateng Tuntaskan Perda RTRW, Ini Urgensinya…
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (7/10/2019). (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong para kepala daerah di 35 kabupaten/kota segera menyelesaikan penyusunan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah itu diangap strategis memicu pertumbuhan investasi di Jateng.

"Dengan belum diselesaikannya Perda RTRW, menjadikan investor menunda investasinya di Jateng," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri di Kantor Gubernur, Kota Semarang, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut, Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa perda saja tidak cukup untuk menarik minat investor berinvestasi. Langkah itu, menurutnya juga perlu dukungan dari berbagai kalangan, baik eksekutif maupun legislatif.

"Perda saja tidak cukup karena effort politiknya harus bicara eksekutif dan legislatif yang pada akhirnya ke BPN. Belum lagi soal pajak, perizinan, nilai komoditas, tenaga kerja. Nah, soal ketersediaan lahan yang menjadi faktor utama, kalau memang ada kendala, Pemprov siap membantu. Bilang saja ke kami. Kabupaten Batang kemarin kami bantu sampai pusat, cepat kok," ujarnya.

Orang nomor satu di Jateng itu juga mengingatkan kepada para pimpinan daerah untuk melakukan sosialisasi dan mengajak dialog masyarakat yang akan terdampak. Menurut dia, pemmerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai arah pembangunan daerah dan fungsinya.

Hal itu, lanjut Ganjar Pranowo, bertujuan agar daya dukung lingkungan dan keseimbangan akan terjaga serta terwujud. "Investor dalam negeri tetap kita nomor satukan dulu baru kemudian yang dari luar negeri. Ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya," katanya.

Gubernur Ganjar Pranowo menerima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri terkait dengan akan digelarnya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBF) 2019 ke-15 pada 5 November 2019. Acara itu dijadwalkan berlangsung di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta.

CJIBF dan CJBF 2019 diharapkan mampu menghadirkan para calon investor dari dalam dan luar negeri. Dalam paparannya terkait dengan persiapan CJIBF dan CJBF 2019, Ratna Kawuri menjelaskan jika selama ini investasi terbesar di Jateng meliputi sektor padat modal, gas, listrik, air, disusul makanan.

"Hasil evaluasi 2018, minat investasi di Jateng cukup besar, tapi masih terbentur dengan RTRW di kabupaten/kota," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho