Gubernur Akui Perlu Sistem Peringatan Dini Bencana di Jateng
Siluet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Jatengprov.go.id)

Gubernur Ganjar Pranowo mengakui perlunya sistem peringatan dini bencana di Jateng.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pentingnya sistem peringatan dini atau early warning system dan pengetahuan kebencanaan bagi masyarakat.

"Keberadaan sistem peringatan dini bagi masyarakat sangatlah penting, mengingat hampir semua daerah di Jateng merupakan 'supermarket' bencana. Bencana apapun ada di Jateng, baik tanah longsor, gempa, banjir, gunung meletus, bahkan tsunami," kata Gubernur Ganjar saat dihubungi melalui telepon dari Kota Semarang, Rabu (23/8/2017).

Menurut Ganjar, dengan adanya sistem peringatan dini di daerah-daerah dengan potensi bencana tinggi, diharapkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana bisa melakukan pencegahan untuk menyelamatkan diri saat terjadinya bencana alam. Ketika akan terjadi bencana, kata dia, sudah bisa diketahui melalui sinyal-sinyal yang dimunculkan dari alat EWS, seperti suara sirene saat akan terjadi tanah longsor.

"Kendati demikian, untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadi bencana alam tidak hanya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga ada ilmu titen," ujarnya.

Menurut Ganjar, ilmu titen dan kearifan lokal juga mampu mendeteksi akan datangnya bencana alam di suatu daerah sehingga masyarakat setempat bisa bersiap untuk mengurangi risiko bencana dan memunculkan metode-metode baru yang bisa menyelamatkan warga saat terjadi bencana. "Ada banyak hal penting yang bisa disampaikan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana, baik itu ide-ide yang bersumber dari beragam pengalaman maupun dari hasil riset," katanya.

Sebelum Gubernur Ganjar Pranowo mengingatkan pentingnya sistem peringatan dini atau early warning system dan pengetahuan kebencanaan bagi masyarakat, kalangan anggota DPRD Jateng bahkan mengingatkan perlunya pemerintah provinsi setempat melakukan berbagai inovasi untuk pembuatan alat deteksi dini bencana alam secara mandiri.

"Pemerintah perlu melakukan hal itu karena sejumlah wilayah di Jateng rawan terjadi berbagai bencana alam," tutur Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asyari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho