Gua Landak Sragen, Dikenal Angker hingga Jadi Lokasi Persembunyian Bandit
Penampakan mulut Gua Landak di perbatasan Desa Girimargo dan Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Sragen, Senin (21/9/2020). (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Gua Landak terletak di wilayah perbatasan Desa Girimargo dan Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Tidak adanya akses menuju lokasi membuat gua itu jarang dijamah warga.

Pada Senin (21/9/2020), Solopos.com tiba di sebuah sungai yang mengering untuk menilik keberadaan Gua Landak Sragen itu. Setelah menyusuri dasar sungai sepanjang sekitar 1 km, Solopos.com tiba di mulut Gua Landak.

Nama landak dipakai karena di dalam gua itu pernah menjadi habitat dari landak. Selain lokasinya sulit dijangkau, kesan singup atau angker juga menjadi alasan warga sekitar jarang bahkan tidak pernah datang ke Gua Landak.

Pencari Rongsokan Temukan Bayi di Gorong-Gorong Boyolali

Mulut Gua Landak terbagi menjadi dua bagian. Keduanya dipisahkan oleh tanah yang berbentuk menyerupai tiang yang menghubungkan dasar dan langit gua. Gua landak berada di bawah tebing sungai dengan ketinggian sekitar 15 meter.

Dari kejauhan, mulut gua itu tampak seperti sepasang mata manusia yang terbuka lebar. Tinggi mulut gua itu hanya sekitar 1 meter dan lebar sekitar 7 meter. Untuk memasuki gua itu, seseorang harus merangkak.

Dari mulut gua terlihat sejumlah kelelawar yang menggantung di langit-langit gua. Berjarak sekitar 10 meter di sebelah kanan juga terdapat sebuah mulut gua dengan ukuran yang lebih besar.

Kedalaman Gua Sampai ke Bukit

Mulut Gua Landak setinggi sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 4 meter. Konon, kedua mulut gua itu menghubungkan ruangan yang sama di dalam gua.

“Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Gua Landak itu sangat dalam. Bahkan, konon kedalaman gua itu sampai ke bukit di Desa Pendem [Sumberlawang]. Kalau mau masuk harus bawa senter untuk penerangan,” jelas Kepala Desa Sunggingan, Suminto, kepada Solopos.com, Selasa (22/9/2020).

Suminto mengakui warga sekitar jarang menjamah lokasi Gua Landak karena ketiadaan akses menuju lokasi. Selain itu, lokasinya juga relatif jauh yakni berjarak lebih dari 2,5 km dari permukiman penduduk. Gua itu hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Viral Kisah "Luna Maya" Nenek 62 Tahun Menikah dengan Pemuda 26 Tahun

Namun, ada pula sekelompok warga yang datang ke Gua Landak dengan bersepeda dengan medan yang amat terjal. Sepinya gua itu membuatnya dianggap sebagai tempat aman untuk bersembunyi.

Gua Landak pernah menjadi tempat persembunyian seorang bandit dari kejaran musuhnya.

“Jadi dulu ceritanya ada dua bandit atau gentho [preman] yang nakal. Satu dari Desa Girimargo, satunya dari Desa Jeruk. Keduanya saling bermusuhan. Nah, salah satunya yang bernama Kancil dari Girimargo sempat bersembunyi di Gua Landak itu. Oleh sebab itu, dia berhasil lolos dari kejaran musuhnya kala itu,” ujar Suminto.

Butuh Dua Kali Percobaan

Anggota komunitas Tilik Ibu Pertiwi (TIP) Sragen, Yoto Teguh Pambudi, mengungkapkan butuh dua kali percobaan untuk menemukan mulut Gua Landak di perbatasan Desa Girimargo dan Desa Sunggingan.

Pada upaya pertama, ia gagal menemukan Gua Landak meski sudah mengelilingi kawasan itu selama lebih dari dua jam. Karena masih penasaran, dia kembali mencari keberadaan gua itu di lain kesempatan.

Ngenes, 1.300 Buruh Batik Pilang Sragen Merana Akibat Pandemi

Setelah menelusuri dasar kali seorang diri, dia akhirnya menemukan mulut gua itu. Dia mengaku belum mendengar cerita sejarah terkait Gua Landak itu. Namun, tak jauh dari Gua Landak itu terdapat petilasan Sunan Giri di Dukuh Giren, Desa Girimargo.

"Gua Landak ini menjadi salah satu potensi wisata yang layak dikembangkan. Itu tergantung inisiatif warga sekitar dan dukungan dari pemerintah daerah," papar Yoto Teguh Pambudi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom