Tutup Iklan

Gua Kiskendo, Medan Tempur Subali & Sugriwa Ternyata Ada di Kendal

Menurut legenda, nama Gua Kiskendo diambil dari cerita pewayangan yang mengisahkan pertempuran sengit antara kawanan kera dan kawanan berkepala sapi dan kerbau.

 Gua Kiskendo, Kabupaten Kendal (Sumber:Detik.com)

SOLOPOS.COM - Gua Kiskendo, Kabupaten Kendal (Sumber:Detik.com)

Solopos.com, KENDAL — Salah satu objek wisata alam yang belum banyak orang tahu adalah adalah Gua Kiskendo. Gua ini tidak hanya megah, namun juga asri. Gua yang berlokasi di Desa Trayu, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memiliki kondisi alam yang masih asri dan alami.

Dilansir dari Detik.com, Jumat (22/10/2021), gua ini memiliki mulut gua yang besar dengan pemandangan batu stalakit  yang berlubang-lubang serta beruncing-runcing di bagian atap gua. Menurut legenda, Gua Kiskendo ini diambil dari cerita pewayangan yang mengisahkan pertempuran sengit antara kawanan kera dan dengan hewan berkepala sapi dan kerbau.

Baca Juga: Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Legenda Pewayangan Subali dan Sugriwa

Dihimpundari berbagai sumber, terkait kisah legenda pertempuran dibalik kemegahan dan keindahan Gua Kiskendo, diceritakan bahwa Gua Kiskendo ini pernah menjadi medan pertempuran antara  dua ksatria berkepala sapi dan kerbau dengan dua ksatria berkepala kera.

Kstaria berkepala sapi itu bernama Lembusora sedangkan yang berkepala kerbau bernama Mahesasura dan yang berkepala kera adalah Subali dan Sugriwa. Saat itu, Mahesasura ingin mempersunting Dewi Tara di Kahyangan. Dia bersama patihnya bernama Lembusora memaksa Dewi Tara menjadi permaisurinya.

Batara Guru dalam hal ini tidak berkenan dan memerintahkan dua prajurit berwujud kera itu, Subali dan Sugriwa untuk menghalangi niat Mahesasura, dengan janji siapa yang dapat membawa Dewi Tara kembali, dialah yang mempersuntingnya. Saat itu Mahesasura dan rombongannya baru sampai di Goa Kiskendo. Singkat cerita, Subali masuk ke dalam gua dan Sugriwa menunggu di luar.

Baca Juga: Kisah Petani Magelang Raup Cuan dari Porang

Subali berpesan nanti kalau air sungai berwarna merah darah  mengalir ke luar lewat mulut gua, berarti dia berhasil mengalahkan Mahesasura. Tapi kalu yang mengalir keluar gua itu darah berwarna putih, maka sebenarnya Subali telah mati

Pertempuran dahsyat terjadi di dalam goa. Subali dapat mengalahkan Mahesasura dan rombongannya dengan telak. Namun akibatnya, yang mengalir di sungai ternyata merah yang sebagian ada campuran putihnya.

Baca juga: Daftar Makanan Khas Maulid Nabi: Ada dari Kudus, Kendal hingga Aceh

Sugriwa pun mengira darah putih itu darah Subali. Ini artinya semua pelaku pertempuran tewas termasuk Subali. Sugriwa kemudian menutup rapat-rapat pintu gua dengan batu besar dan kembali ke Kahyangan menghadap Bathara Guru.

Sementara Subali dengan kesaktiannya bisa keluar goa. Ia kecewa karena Sugriwa kembali ke Kahyangan dan ia menduga akan mempersunting Dewi Tara. Perselisihan pun tak terhindarkan akibat salah paham. Subali menghajar Sugriwa yang adalah adiknya hingga akhirnya dilerai oleh orang tua mereka. Singkat cerita, Subali diusir ke bumi dan kemudian menjadi raja penguasa Gua Kiskendo.

Lokasi Gua Kiskendo

Untuk menuju Gua Kiskendo, bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi selama 1,5 jam dari Kota Semarang. pemandangan selama perjalanan menuju Gua Kiskendo cukup membuat rasa lelah hilang sejenak. Setelah sampai di daerah Boja, akan disughi pemandangan perkebunan karet dan kondisi pedesaan yang sunyi.

Baca Juga:Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Selain itu, lokasi gua yang masih terletak pada dataran tinggi, membuat suasana perjalanan semakin menyenangkan dengan udara yang menyegarkan. Kemudian setelah masuk ke komplek Gua Kiskendo, maka kesan yang didapatkan  adalah kondisi alam yang masih alami, dan suasana sunyi yang memberi kesan misterius pada gua ini.

Meskipun gua ini memiliki pemandangan yang mengagumkan, namun sayang belum dikelola dengan baik. Jadi jangan heran, apabila saat berkunjung ke sini kondisi gua selalu sepi. Meskipun begitu, hal tersebut tidak mengurangi kemegahan dan keindahan Gua Kiskendo. Gua ini mempunyai sungai yang mengalir di dalamnya, dengan pemandangan stalaktit dan stalakmit yang indah.

Selain gua utama yang berukuran besar, di sini juga terdapat gua lain yang ukurannya lebih kecil. Bahkan pada beberapa bagian gua ini, juga bisa digunakan untuk olahraga panjat tebing. Dengan kemegahannya ini, maka tak ada salahnya jika Gua Kiskendo menjadi salah satu pilihan wisata alam yang patut dikunjungi saat liburan bersama keluarga.


Berita Terkait

Berita Terkini

Hidden Canyon, Mutiara Tersembunyi di Kaki Pegunungan Muria

Alasan penamaan tersebut karena ngarai tersebut berada di tempat tersembunyi dan memang belum banyak diketahui keberadaanya oleh banyak orang karena akses jalannya yang sulit.

Januari 2022 Puncak Musim Hujan, Jateng Siaga Banjir

BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari 2022 dan mengingatkan warga Jateng waspada karena termasuk wilayah siaga banjir.

Saung Diterjang Banjir, Kakek di Brebes Terseret Arus Sungai Pemali

Seorang kakek di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dikabarkan hanyut akibat banjir yang melanda Sungai Pemali.

Innalillahi! Bus Rombongan Warga Toroh Grobogan Nyemplung ke Sungai

Bus rombongan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh terguling dan masuk sungai di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bus Sudiro di Tol Semarang-Solo

Bus PO Sudiro Tungga Jaya jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kebakaran di tol Semarang-Solo, Bergas, Kabupaten Semarang.

Angkut 30 Penumpang, Bus Sudiro Tunggal Kebakaran di Tol Semarang-Solo

Gangguan mesin menyebabkan bus PO Sudiro Tunggal mengalami kebakaran saat melintasi tol Semarang-Solo, tepatnya di Kabupaten Semarang.

PLN Bagikan Gerobak Molis kepada UKM Jateng, Dorong Produktivitas Usaha

PLN memberikan bantuan gerobak motor listrik (molis) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada pelaku UKM di Jateng untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Polres Kudus Gerebek Tempat Produksi Minuman Keras Jenis Arak

Jajaran Polres Kudus menggerebek tempat produksi minuman keras atau miras di sebuah gudang, di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sidak Wali Kota Semarang Viral, Warganet Ramai Ikutan Usul Ini

Unggahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan sidak di Kantor Kelurahan Bulusan, di akun instagram pribadinya mendadak viral.

Sejarah Vihara Buddhagaya Semarang

Vihara Buddhagaya di Semarang, Jawa Tengah, memiliki sejarah panjang karena didirikan sejak 500 tahun lalu, tepatnya saat keruntuhan Majapahit.

Indahnya Sunrise di Taman Posong Lereng Sindoro Temanggung

Wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki pesona wisata alam yang indah dan masih baru seperti Taman Posong.

Wisata Makam Apung di Pantai Sayung, Tak Tersentuh Air Laut

Demak memiliki objek wisata religi berupa makam apung milik Mbah Mudzakir yang konon tidak pernah terendam air laut meski terjadi gelombang tinggi.

Tragedi Berdarah! 5 Warga Slawi Tewas Diracun Dukun Pengganda Uang

Kisah tragis kali ini tentang tragedi berdarah yang merenggut lima nyawa warga Slawi akibat ulah dukun pengganda uang.

Banyak Tambang Ilegal di Merapi Rusak Lingkungan, Ganjar Pranowo Pusing

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat tidak sembarangan menerbitkan izin usaha penambangan karena banyak yang merusak lingkungan dan membuatnya pusing.

Kontroversi Gelar Kartini, Mestinya R. Ay Bukan RA, Begini Ceritanya

Gelar RA yang disematkan kepada Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia kurang tepat, karena dalam budaya Jawa gelar Kartini mestinya R.Ay.

Wisata Seru ke Wonosobo: Romantis, Eksotis & Magis

Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memiliki sederet objek wisata alam yang romantis, eksotis, dan magis.