Tutup Iklan

Grup WA Bolo Dewe Bikinan Pelajar Solo, Khusus Buat Bolos Sekolah

Sejumlah pelajar di Kota Solo, Jawa Tengah, membuat grup Whatsapp (WA) khusus untuk membolos. Grup yang diberi nama Bolo Dewe tersebut diketahui setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo menangkap 12 pelajar yang ketahuan membolos, Selasa (15/1/2019). Keberadaan grup WA tersebut tak pelak menimbulkan keresahan tersendiri di benak orang tua dan guru.

Grup WA Bolo Dewe Bikinan Pelajar Solo, Khusus Buat Bolos Sekolah

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelajar membolos. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO – Pelajar di Kota Solo, Jawa Tengah, membuat grup Whatsapp (WA) khusus untuk membolos. Grup yang diberi nama Bolo Dewe tersebut diketahui setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo menangkap 12 pelajar yang ketahuan membolos, Selasa (15/1/2019).

Keberadaan grup WA tersebut tak pelak menimbulkan keresahan tersendiri di benak orang tua dan guru. Sejumlah netizen menilai pergaulan anak zaman sekarang kelewat bebas, sehingga mudah terjerumus ke hal negatif.

Kabar soal adanya grup WA khusus pelajar untuk janjian membolos tersebut menjadi perbincangan menarik di kalangan warganet. Pemilik akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan ulang kabar dari Solopos.com tersebut merasa sangat prihatin dengan kondisi pelajar di Solo saat ini.

"Anak sekolah sekarang semakin profesional ya membolosnya. Pakai dibahas dulu di grup WA," komentar @jelajahsolo yang ditanggapi beragam oleh warganet.

Sejumlah netizen menilai, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang sangat pesat menjadi tantangan dalam mendidik anak. Salah sedikit saja, anak bakal melakukan tindakan negatif yang merugikan.

"Susahnya jadi orang tua zaman now. Apa kudu jadi hacker dulu biar enggak ditipu anak," komentar @evalikafauziah.

"Parah anak zaman sekarang. Kasihan dong orang tua yang bayar sekolahmu nak," imbuh @nandamawardi.

"Ayo pak Satpol PP lebih digencarkan lagi razianya. Adikku juga serng bolos sekolah. Kasihan orang tua," imbuh @n.safitri.

Sementara itu, sejumlah warganet lainnya justru teringat masa sekolah dulu. Beberapa dari mereka rupanya pernah membolos seperti yang dilakukan pelajar zaman sekarang.

"Zamanku SMA enggak usah janjian. Nongkrong satu pasti nanti langsung pada ikut dan akhirnya bolos semua. Jadi pengin balik SMA," celetuk @sukmaa25.

"Dulu zamanku biasanya lewat SMA. Pas di-SMS temanku dijak bolos, ternyata yang balas bapakku," kelakar @arizal.erwe.

"Zamanku sekolah, jangankan bolos. Mau jajan aja kudu bantu bapak ibu kerja buat bayaran sekolah. Bolos kan malah boros," imbuh @itha_agusti.

Diberitakan sebelumnya, admin grup Bolo Dewe berinsial YD, siswa salah satu SMA di Solo. YD mengaku baru beberapa bulan lalu membentuk grup WA tersebut. Lewat grup WA ituc dia mengoordinasi member grup untuk membolos satu hari sebelumnya.

Kabid Tibum Tranmas, Agus Sis Wuryanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa, mengatakan para pelajar yang tertangkap kedapatan sedang bersantai di warung makan pada saat jam sekolah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.