Grill Drainase Overpass Manahan Solo Patah, Bikin Macet
H-1 Lebaran 2020, lalu lintas di Flyover Manahan Solo terpantau ramai lancar (Solopos.com/Muhammad Ferri Setiawan).

Solopos.com, SOLO – Grill besi penutup saluran drainase di sisi selatan Overpass Manahan, Solo, patah, Selasa (27/10/2020) pagi. Akibatnya, area patahan tidak bisa dilewati hingga menyebabkan penumpukan kendaraan yang mengarah ke Jl. dr. Moewardi.

Selain itu, lubang patahan yang menganga juga membahayakan para pengguna jalan. Ini adalah kali kesekian grill lintas atas itu rusak.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan perbaikan membutuhkan waktu hingga satu jam. Kerusakan diketahui Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB atas laporan dari petugas Satlantas Polresta Solo.

"Perbaikan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB. Saat perbaikan sempat terjadi pengalihan arus," kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Selasa siang.

Reka Ulang, 20 Adegan Pembunuhan Yulia di Sukoharjo Terungkap

Mudo menyebut kerusakan pada grill saluran drainase di Overpass Manahan terbilang cukup sering. Seluruh grill di semua sisi overpass pernah rusak dan kerap menimbulkan kemacetan.

Dia menduga kerusakan terjadi akibat beban kendaraan yang melintas setiap hari. Terlebih, pada hari-hari tertentu volume kendaraan lebih tinggi dari hari biasa.

"Kami sudah menyampaikan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mengecek sisi-sisi lainnya agar bisa diantisipasi dan tidak terjadi kerusakan serupa," jelas Mudo.

Kejiwaan Eko Si Pembunuh Yulia di Sukoharjo Dipastikan Waras

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian mengingat bangunan belum diserahterimakan kepada Pemkot. Saat kerusakan kali pertama muncul, pihaknya juga sempat meminta pelaksana untuk mengganti material grill drainase di Overpass Manahan tersebut.

"Utara, selatan, dan barat pernah rusak semua. Dianggap sering karena lebih dari sekali. Kami yang memperbaiki, meski sebenarnya tanggung jawab pusat. Saya sendiri pernah terjebak macet saat kerusakan itu terjadi," ucap Sita, sapaan akrabnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom