Gratis Hingga Februari 2020, Begini Cara Dapatkan Tiket KA Bandara Solo Rp0
Kepadatan kendaraan di palang KA Joglo Solo saat KA Bandara melintas, Senin (30/12/2019). (Solopos-Burhan Aris N.)

Solopos.com, SOLO -- Kereta Api (KA) Bandara melayani kebutuhan transportasi masyarakat Soloraya dan sekitarnya setelah soft launching oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Minggu (29/12/2019).

Bahkan, demi menarik minat warga untuk merasakan langsung sensasi naik kereta api yang melewati jalan tol trans Jawa ini, Pemerintah memutuskan membanderol tiket Rp0 selama dua bulan, yakni Januari-Februari 2020.

Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, menambahkan ada syarat dan ketentuan untuk ingin naik KA Bandara Rp0.

“Tiket ini hanya bisa didapatkan secara go show tiga jam sebelum keberangkatan. Selain itu, hanya bisa dibeli di loket stasiun keberangkatan, yakni Stasiun Solo Balapan atau Stasiun KA Bandara,” katanya, baru-baru ini.

Di sisi lain, tiket tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal serta tidak berlaku reduksi. Adapun anak usia 3 tahun ke atas wajib bertiket, 1 pengantre maksimal 4 tiket, dan bagasi tangan gratis maksimal 20 kg.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto, menjelaskan tiket ini bisa diperoleh masyarakat di loket peron KA Bandara di lantai II.

“Tiket sementara go show di Stasiun Solo Balapan, tepatnya di peron KA Bandara lantai II melewati Skybridge,” jelasnya.

Sementara itu, Menhub saat melakukan inspeksi KA Bandara dari Stasiun Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo, Sabtu (28/12/2019) sore WIB, mengatakan ingin KA Bandara menjadi satu contoh kegiatan integrated antarmoda transportasi yang baik.

"Kami gratiskan dulu Rp0 selama dua bulan. Jadi, misalnya orang dari Wonogiri atau Madiun turun di Terminal Tirtonadi langsung ke bandara dengan kereta. Ini komitmen kami untuk menjadikan Jawa Tengah dengan ikon Borobudur menjadi Bali baru,” tutur Budi Karya Sumadi.

Budi Karya pun mendeskripsikan turis asing semakin mudah mengakses pariwisata di Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).

Dari stasiun pemberangkatan baik Solo Balapan atau pun Stasiun Bandara, plus berhenti sebentar di Stasiun Kadipiro hanya memakan waktu 19 menit. Ini terbukti saat Menhub didampingi Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, beserta jajarannya, dan para jurnalis, menjajal langsung KA Bandara untuk kali pertama setelah serangkaian uji coba yang dilakukan PT KAI sejak 25 Desember 2019.

Pada kesempatan ini rombongan mencoba trek eksisting (Solo Balapan-Kadipiro) dilanjutkan rel baru (Kadipiro-Bandara Adi Soemarmo) menggunakan KA Bandara yang sebelumnya dioperasikan sebagai KA Solo Ekspres relasi Solo-Jogja PP.

Perjalanan KA yang menempuh jarak 12,997 km ini melintasi perlintasan sebidang simpang (palang) Joglo yang diprediksi kian macet. Hal ini seiring rencana KAI yang akan menjalankan KA Bandara 60 trip PP dalam sehari.

“Ini baru soft opening, peresmian kita tunggu Bapak Presiden Jokowi [Joko Widodo]. Di Jawa, proyek KA ini terbilang baru setelah Jakarta. Di Jogja saja, KA Bandara belum kelar,” imbuhnya.

Dirut PT KAI, Edi Sukmoro, menyebut yang terpenting harga tiket KA Bandara Rp0 dulu sampai dua bulan ke depan. Setelah itu, pihaknya bakal mengkaji lebih lanjut besaran tarif tiket kereta tersebut, dengan catatan tak akan memberatkan masyarakat.

Sebelumnya, KA Bandara ini direncanakan 60 kali perjalanan PP dalam sehari. Jadwal keberangkatan KA Bandara ini dari Stasiun Solo Balapan dimulai pukul 04.25 WIB dan terakhir pukul 23.14 WIB. Sedangkan KA dari Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo berangkat pukul 04.53 WIB dan terakhir pukul 23.42 WIB. Adapun waktu tunggu per trip selama 19 menit.

Baca pula: Gibran Siap Menghadap Bila Dipanggil Rudy terkait Pilkada Solo 2020

KA Bandara ini merupakan kereta rel diesel elektrik (KRDE) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun. KA ini memiliki kapasitas total 396 penumpang, yakni 196 penumpang duduk dan 200 penumpang berdiri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho