GRAND SLAM WIMBLEDON 2015 : Misi Menaklukkan Serena
Serena Williams dan Maria Sharapova akan menjadi petenis utama wanita di Wimbledon 2015. JIBI/Solopos

Grand Slam Wimbledon 2015 segera bergulir. Sejumlah petenis wanita mempunyai misi menaklukkan Serena.

Solopos.com, LONDON— Tak ada yang mampu membendung laju Serena Williams dalam tiga ajang grand slam terakhir, yakni US Open 2014, Australian Open 2015, dan French Open 2015.

Tiba di Wimbledon 2015 yang akan bergulir, Senin depan, para petenis putri dunia siap memutus rekor apik sang ratu tenis. Apalagi Serena punya memori buruk di Wimbledon dalam dua tahun terakhir dengan gagal mencapai perempat final.

Petenis nomor empat dunia, Maria Sharapova, adalah petenis yang punya kenangan manis di Wimbledon. Petenis asal Serbia ini menyabet gelar grand slam pertama dengan memenangi Wimbledon 2004 ketika masih berusia 17 tahun. Setelah itu ia rutin menyabet titel prestisius mulai dari US Open 2006, Australian Open 2008, dan French Open 2012, 2014.

Jika Sharapova menang, ia akan menjadi petenis pertama yang menjadi kampiun di arena ini setelah 11 tahun. Petenis cantik berusia 28 tahun itu mengaku sudah melupakan kegagalan mempertahankan gelar di French Open karena kalah di tangan Lucie Safarova di babak keempat.

“Saya ingin mempersiapkan diri dengan berlatih. Sebagai atlet kami ingin mencoba berada di level tertinggi. Hal yang terpenting adalah tetap sehat dan membuat persiapan sebaik mungkin. Saya tak ingin mengingat masa itu [2004] terlalu sering karena saya ingin memulai sesuatu yang baru,” papar Sharapova, dilansir Wtatennis, Rabu (24/6/2015).

Petenis ranking kedua dunia, Simona Halep, juga bertekad tampil lebih apik setelah menelan kegagalan dalam sejumlah turnamen. Apalagi petenis asal Rumania ini punya rekor bagus di lapangan rumput dalam beberapa musim terakhir seperti menyabet gelar WTA Hertogenbosch 2013 dan memijakkan kaki di semifinal Wimbledon 2014. Halep sudah memenangi 14 laga dari total 18 pertandingan di arena rumput.

“Setelah beberapa hari beristirahat, saya ingin kembali lebih kuat dan rileks. Saya tak ingin berpikir apa yang harus saya lakukan di lapangan rumput. Saya tak punya ekspektasi apa-apa dan hanya ingin menikmati permainan tanpa tekanan,” terang Halep.

Sayang, juara bertahan, Petra Kvitova, justru pesimis bisa mengulang sukses seperti musim lalu. Petenis nomor dua dunia ini memutuskan mundur dari turnamen pemanasan Aegon International 2015 karena sakit tenggorokan. Kondisi kesehatan yang kurang baik membuat Kvitova khawatir tak mampu tampil apik.

“Tentu saja saya ingin bermain sebaik mungkin. Tapi, saya cemas untuk Wimbledon. Bisa jadi saya lebih sakit daripada sekarang,” jelas Kvitova. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom