"""
<div id="attachment_153785" style="width: 380px" class="wp-caption alignleft"><img aria-describedby="caption-attachment-153785" loading="lazy" class="size-medium wp-image-153785" title="02kampanye (2)" src="http://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" srcset="https://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-370x277.jpg 370w, https://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-342x256.jpg 342w, https://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-60x45.jpg 60w, https://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-150x113.jpg 150w, https://images.solopos.com/2011/12/02kampanye-2-269x201.jpg 269w, https://images.solopos.com/2011/12/UjjtO0z9-02kampanye-2-300x224.jpg 300w, https://images.solopos.com/2011/12/eEO8A3Wx-02kampanye-2.jpg 448w" sizes="(max-width: 370px) 100vw, 370px" /><p id="caption-attachment-153785" class="wp-caption-text">PERANGI NARKOBA--Seorang pelajar membentangkan poster berisi ajakan memerangi Narkoba dan HIV/AID di simpang empat Plasa Matahari Klaten, Sabtu (31/12/2011).(JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)</p></div>\n
<p><strong>KLATEN</strong>&#8211;Puluhan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC Granat) Klaten menggelar aksi damai di kompleks Alun-alun Klaten, Sabtu (31/12/2011).</p>\n
<p>Pantauan <em>Espos</em> di lokasi, puluhan mahasiswa membentangkan poster bertuliskan perlawanan terhadap penyalahgunaan Narkoba dan penularan HIV/AIDS.</p>\n
<p>Mereka mengajak para pengguna jalan ikut berperan dalam menyelamatkan generasi muda dari pengaruh Narkoba dan penularan HIV/AIDS.</p>\n
<p>Kepada pengguna jalan, mereka membagikan stiker yang berisi ajakan memerangi penyalahgunaan Narkoba dan penularan HIV/AIDS.</p>\n
<p>Koordinator lapangan aksi, Erwien Herwy Datin mengatakan Narkoba dan HIV/AIDS tidak bisa disepelekan begitu saja. Sebab, Narkoba dan HIV/AIDS berpotensi kuat menghancurkan peradaban bangsa.</p>\n
<p>Menurutnya, sebenarnya kampanye memerangi Narkoba dan HIV/AIDS sudah sering didengungkan. Akan tetapi, selama ini masyarakat kurang antusias memberikan respon sehingga memudahkan peredaran Narkoba dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda.</p>\n
<p>“Tidak heran jika negeri ini akhirnya dikenal sebagai surga bagi pengedar Narkoba. Tiap hari ada 40 orang yang mati sia-sia karena mengonsumsi Narkoba. Kebanyakan mereka masih berusia produktif atau kisaran 15-25 tahun,” papar Erwien.</p>\n
<p><em><strong>(mkd)</strong></em></p>\n
"""