GP Ansor: yang Dibakar Bukan Bendera Tauhid, Tapi HTI!
Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (Antara-Twitter.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan bahwa bendera dengan aksara Arab yang diduga dibakar anggota Banser saat perayaan Hari Santri Nasional 2018 di Garut, Jawa Barat, bukan bendera tauhid. Ansor menilai bendera itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bendera yang dibakar tersebut milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang sudah dibubarkan dan dilarang pemerintah.

"Itu bukan bendera tauhid. Itu bendera HTI!" kata pria yang karib disapa Gus Yaqut dalam konferensi pers di Kantor Banser, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2018), dilansir Okezone.

Menurut dia, ada beberapa indikasi kuat kalau itu merupakan bendera kebesaran HTI yang sering dikibarkan dalam berbagai acara digerakkan oleh organisasi pejuang sistem khilafah tersebut. "Di setiap kegiatan itu yang mereka kibarkan. Contohnya pada 2013 di Istora Senayan," ujarnya.

Gus Yaqut menuturkan, bendera itu pun juga berkibar di kantor mereka sewaktu belum dibubarkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Selain itu, kala persidangan di PTUN mereka juga mengakui kalau bendera itu merupakan atribut milik HTI.

"Di pengadilan [PTUN] juga mereka mengaku adalah bendera miliknya," pungkasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom