Petugas Satpol PP Kota Blitar menyegel tempat karaoke Maxi Brillian tahun lalu. (detik.com)

Solopos.com, BLITAR -- Rencana tempat karaoke Maxi Brillian buka lagi pekan ini ditentang banyak pihak. Setelah warga sekitar tegas menolak, ormas Islam, Ansor dan Banser pun meminta Pemkot Blitar tegas menutup tempat hiburan malam itu.

Ketua GP Ansor Kota Blitar, Hartono, dalam rilisnya menuliskan GP Ansor dan Banser Kota Blitar sesuai kesepakan bersama warga dan ormas se-Blitar sejak awal tetap mengawal permintaan warga dan meminta Pemkot tegas menutup tempat karaoke di Kota Blitar.

Ia menilai beroperasinya Maxi Brillian membuat warga resa dan menimbulkan lebih banyak hal negatif ketimbang manfaatnya. Ia juga khawatir tempat hiburan itu merusak ahlak generasi muda Kota Blitar.

"Apalagi lokasi karaoke yang berada di tengah-tengah permukiman sangat mengganggu warga sekitar selama ini. Untuk itu kami tetap meminta Pemkot Blitar untuk tetap menuntup karaoke Maxi Brillian," tulis Hartono dalam rilisnya, Jumat (15/11/2019), seperti dikutip dari detik.com.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga meminta Pemkot mengajukan banding atas putusan PTUN Blitar yang mengabulkan gugatan Maxi Brillian yang meminta SK penutupan tempat hiburan itu dicabut.

Jika pengelola Maxi Brillian tetap berencana mengoperasikan kembali usahanya, maka Ansor Banser Kota Blitar akan kembali mendatangi Pemkot Blitar untuk tetap ditutup.

"Karena sesuai tuntutan awal warga, ormas dan Pemkot sepakat untuk ditutup," pungkasnya.

Hartono mengakui anggota Ansor Banser ikut mendampingi warga saat memasang banner penolakan dibukanya kembali Maxi Brillian. Warga sekitar lokasi Maxi Brillian memasang tiga banner dengan tulisan 'Kami Warga RT 02 RW 06 Menolak Keras Dibukanya Maxi Brillian'

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten