GOTONG ROYONG Harus Terus Dilestarikan
nasi tumpeng disediakan sebagai hidangan santap siang usai acara pembukaan Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 di Kantor Kecamatan Wates, Kulonprogo, Selasa (3/5/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)

Gotong royong harus terus dilestarikan

Solopos.com, KULONPROGO - Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 menyasar berbagai bidang. Nilai gotong royong diharapkan bisa terus dilestarikan dan dijunjung untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kabupaten Kulonprogo, Sri Utami mengatakan, bentuk BBGRM dan HKG PKK di bidang kemasyarakatan tahun ini berupa penguatan sistem keamanan lingkungan, perlindungan masyarakat, serta meningkatkan ketentraman dan ketertiban lingkungan.

“Masyarakat juga lebih digerakkan untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa secara gotong royong,” ucap Sri pada pembukaan BBGRM XIII dan HKG PKK ke-44 di Kantor Kecamatan Wates, Kulonprogo, Selasa (3/5/2016).

Sri lalu mengungkapkan, BBGRM dan HKG PKK juga menyentuh sektor ekonomi melalui penguatan peran koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

Pemerintah akan memfasilitasi pengembangan ekonomi kerakyatan. Kelestarian lingkungan pun akan mendapatkan perhatian, diantaranya dengan mendukung konservasi dan rehabilitasi lahan kritis.

Kegiatan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kesehatan reproduksi (kespro) bagi remaja, hingga bahaya narkoba dan HIV/AIDS pun akan dilakukan. Sri menambahkan, pelayanan KB dan pembinaan ketahanan keluarga juga tidak ketinggalan melalui kegiatan Bina Kelurga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Sri menambahkan, kepedulian dan peran aktif masyarakat perlu ditingkatkan untuk memajukan wilayahnya masing-masing. Hal itu karena pelestarian nilai budaya gotong royong ditempuh dengan berdasarkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

“Ini untuk mendorong penguatan integrasi sosial dalam pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera,” kata dia kemudian.

Sementara itu, Camat Wates, Aspiyah berpendapat BBGRM dan HKG PKK sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan masyarakat melestarikan gotong royong untuk membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Setiap kepala desa pun diminta terus berupaya mengajak masyarakat untuk mau bekerja bakti, setidaknya terkait pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum. “Melalui pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan dan kemandirian akan lebih mudah tercapai,” ujar Aspiyah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho