Ilustrasi logo Google

Solopos.com, SOLO – Aplikasi dengan perizinan berlebihan bukan barang baru di Android. Hal tersebut seringkali membuat penggunanya merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, kini Google mencoba mengurangi aplikasi semacam itu.

Google kembali merazia aplikasi yang meminta izin berlebihan kepada pengguna. Khususnya untuk menggunakan layanan milik Google, seperti Gmail dan Google Drive.

Ini bukan kali pertama bagi Google melakukan pembersihan terhadap aplikasi semacam itu. Sebelumnya, mereka telah melakukan hal yang sama dengan mengubah sejumlah peraturan.

Dikutip dari Phone Arena, Sabtu (29/6/2019), korban pertama dari razia Google adalah aplikasi keyboard milik Microsoft, Swift Key. Aplikasi ini menggunakan sistem prediksi teks berbekal data dari kotak masuk Gmail pengguna. Itulah sebabnya aplikasi ini meminta izin untuk mengakses sejumlah layanan di Gmail.

Melihat hal tersebut, Google mengirimkan surat elektronik berupa pemberitahuan kepada pengguna Swift Key. Dalam email itu disebutkan aplikasi Swift Key tidak bisa mengakses berbagai informasi dari Gmail mulai 15 Juli 2019.

Peraturan baru yang disebut dengan Restricted Scopes dari Google itu tidak mengizinkan aplikasi pihak ketiga mengakses penuh ke Gmail dan Google Drive.

Pengembang aplikasi digital harus menyesuaikan diri dengan peraturan yang ditetapkan Google. Cara ini dilakukan agar pengguna merasa lebih nyaman menggunakan layanan Google.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten