Founder dan CEO Go-Jek Grup Nadiem Makarim (dari kanan), Co-Founder Kevin Aluwi, dan Presiden Go-jek Grup Andre Soelistyo usai peresmian logo baru Go-Jek di Jakarta, Senin (22/7/2019). (Bisnis-Nurul Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA - PT Gojek Indonesia masih menjajaki rencana untuk membuka layanan jasanya bagi dua wilayah yang telah ditetapkan sebagai bakal Ibu Kota baru yakni Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara.

District Head East Kalimantan PT Gojek Aryo Benardi mengungkapkan pihaknya belum memiliki persiapan khusus di Kalimantan Timur setelah membuka layanan di Balikpapan dan Samarinda. Namun, lanjut dia, wilayah lainnya juga selalu memiliki potensi yang sedang dipertimbangkan seperti dua wilayah bakal Ibu Kota tersebut dan Berau.

Untuk menjajaki pasar baru, pihaknya membutuhkan potensi sumber daya manusia, baik dari jumlah driver dan merchant UMKM. “Semuanya didasari tingkat permintaan, kalau pertumbuhan pasar ada. Kami pasti melangkah ke sana,” katanya Kamis (29/8/2019).

Selama ini Gojek berharap keberadaaan teknologi bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Gojek mencatat pertumbuhan kontribusi mitra UMKM dan layanan Gofood sebagai penyumbang terbesar selama 2018. Nilainya mencapai Rp340 miliar. Pesatnya pertumbuhan UMKM dari layanan Gofood disebabkan oleh optimalisasi fitur teknologi para mitra.

Adapun angka kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian Balikpapan pada 2018 dari masing-masing layanan, yakni Mitra pengemudi Goride senilai Rp79 milliar, Mitra pengemudi Gocar berkontribusi senilai Rp4 milliar serta Mitra Gofood kontribusinya senilai Rp340 milliar.

Dibandingkan penelitian tahun 2017, kontribusi mitra UMKM Gofood meningkat 1,3 kali lipat. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten