Goa Jatijajar, Wisata Hits Kebumen Sejak Era Kolonial

di bagian dinding tembok banyak sekali ditemukan coretan-coretan nama seseorang beserta tahun di setiap sudut dinding mulut goa.

 Coretan-coretan di dinding Goa Jatijajar (Sumber: Youtube/Michelle Nara Entertainment)

SOLOPOS.COM - Coretan-coretan di dinding Goa Jatijajar (Sumber: Youtube/Michelle Nara Entertainment)

Solopos.com, KEBUMEN — Goa Jatijajar yang ada di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah merupakan salah satu peninggalan geologi yang menyimpan banyak cerita. Gua yang terbentuk secara alamiah  dari bebatuan kapur dan memiliki panjang 250 meter dan lebar rata-rata mencapai 15 meter serta tinggi mencapai 12 meter ini berada pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut (mdpl)

Gua ini memiliki empat sendang yang dikenal berkhasiat, yaitu Sendang Khantil, Sendang Mawar, Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, keempat sendang ini mampu menyembuhkan penyakit, membuat awet muda, mewujudkan impian, dan masih banyak lainnya.

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Selain keempat sendang tersebut, rupanya ada hal menarik lainnya yang ada di Goa Jatijajar, yaitu berupa coretan-coretan di tembok gua. Berdasarkan pantauan Solopos.com di sebuah kanal Youtube, Selasa (18/1/2022), di bagian dinding tembok banyak sekali ditemukan coretan nama orang.

Baca juga: Legenda Lutung Kasarung di Balik Indahnya Goa Jatijajar

Sang naravlog mengira coretan tersebut adalah ulah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun berdasarkan penjelasan dari petugas setempat bernama Daryono, coretan tersebut memang ditulis pengunjung yang datang namun bukan termasuk tindakan yang tak bertanggung jawab.

Coretan

Daryono mengungkapkan bahwa Goa Jatijajar sudah dikunjungi oleh wisatawan sejak masa kolonial Belanda. Saat itu pengelola memberikan fasilitas untuk menulis nama mereka di dinding gua dengan biaya 2,5 sen. bahkan Daryono juga menunjukan coretan nama yang paling tua di dinding gua yang tertulis “M Darmo 1816.” Dari tulisan itu menunjukan bahwa gua ini sudah dikunjungi sejak 1800-an di mana sejarahnya, gua ini ditemukan pada 1802 oleh seorang petani lokal yang bernama Jayamenawi.

Di dinding gua tersebut juga terdapat informasi biaya penulisan yang masih terbaca dengan jelas. Daryono juga menjelaskan bahwa coretan-coretan di dinding gua ini menggunakan aspal cair, sehingga bisa awet terbaca hingga sekarang. Sebab sifat aspal cair tersebut yang meresap ke dinding.

Baca juga: Sumber Air di Goa Jatijajar Bikin Awet Muda?

Melihat coretan yang berusia 200 tahunan lebih ini bisa dikatakan bahwa Goa Jatijajar Kebumen menjadi salah satu destinasi wisata yang tertua di Indonesia. Selain coretan di dinding, hal menarik lainnya adalah diorama Raden Kamandaka hingga Lutung Kasarung yang menggambarkan kisah legenda yang ada di balik gua tersebut. Ada delapan diorama dengan patung keseluruhan berjumlah 32.

Sumber: Youtube

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.

Mobil Avanza Tabrak Karimun di Flyover Jatingaleh, Ini Kronologinya

Kecelakaan lalu lintas di Flyover Jatingaleh Semarang bermula ketika pengemudi Avanza diduga mengantuk atau kebingungan melaju dari arah Tanah Putih.

Jadi Percontohan, Desa di Semarang Ini Tanam Kedelai Varietas Unggul

Sebanyak 30 kilogram bibit kedelai yang terdiri dari varietas Sugentan dan Gamasugen diserahkan BRIN dalam kegiatan ini.

25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng

Sebanyak 25 orang dinyatakan lolos tes potensi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Periode 2022-2026.

Kuliner Nasi Penggel, Jumeokbap Korea Ala Kebumen

Nasi Penggel adalah olahan kuliner khas Kebumen, Jawa Tengah yang bentuknya menyerupai nasi kepal Korea, Jumeokbap.

Serem! Warga di Semarang Ini Tinggal di Tengah Kuburan

Warga Kampung Bergota Krajan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah lama hidup berdampingan dengan kuburan karena berada di kompleks permakaman.

Pengumuman! Layanan Imigrasi Semarang Akan Permanen di MPP Grobogan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang berencana membuka layanan imigrasi secara definitif di Mal Pelayanan Publik Grobogan.

14 Ekor Sapi Positif PMK, Pasar Hewan di Banjarnegara Ditutup

Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), ditutup menyusul ditemukannya kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pada 14 ekor sapi.

Presiden Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker, Ini Saran Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyarankan masyarakat untuk sadar diri dalam melakukan perlindungan diri menyusul pelonggaran penggunaan masker di tempat terbuka.

Asal-Usul Pemalang, Tanah Merdeka di Pulau Jawa

Asal-usul Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dulunya merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa yang dipimpin seorang raja.

Misteri 3 Kerajaan Gaib di Jembatan Comal Pemalang

Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, konon dikelilingi tiga kerajaan gaib.

Asal-Usul Desa Cawet Pemalang: Bermula dari Celana Dalam

Sejarah penamaan Desa Cawet di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berawal dari celana dalam.

Kenapa Pati Dijuluki Kota Paranormal?

Apa alasannya sih Kabupaten Pati di Jawa Tengah, dijuluki sebagai kota seribu paranormal?

Ternyata Ini Jabatan Pegawai Kecamatan Ngaringan Yang Nilap Bansos PKH

Camat Ngaringan Widodo Joko Nugroho mengatakan sudah melakukan tindakan kepada pegawai kecamatan yang diduga mencairkan bansos orang meninggal.

Ini Dia Rumah Sakit Tertua di Jawa Tengah, Ternyata Ada di Klaten

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro di Kabupaten Klaten disebut-sebut sebagai salah satu rumah sakit tertua di Jawa Tengah atau Jateng.