Sukmawati Soekarnoputri. (Bisnis.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal GNPF Ulama Edy Mulyadi menganggap pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno lebih parah dari ucapan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2017 lalu.

Menurut Edy, pernyataan Ahok tidak secara eksplisit menyinggung umat Islam. Sementara pernyataan Sukmawati, katanya, sudah jelas memenuhi unsur pelanggaran pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penistaan agama.

"Ini soal penodaan dan menurut saya kalimat ini lebih rusak daripada pernyataan Ahok. Ahok Al Maidah 51 itu bicara soal penafsiran 'jangan mau dibohongi pakai ...' begitu kan. Tapi ini benar-benar letterlijk, kalau dibilang tak ada niat, Sukmawati sampai bertanya 'coba jawab jawab ...' Itu kan ada niat betul," kata Edy Mulyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, perkataan Sukmawati, katanya, sudah berkali-kali menodakan agama Islam.

Reuni 212 Dihadiri 1 Juta Umat? Panitia Klaim Bukan Gagah-Gagahan

"Ini dia dua kali kan, sebelumnya dia bicara soal kidung lebih bagus dari pada azan terus konde lebih bagus daripada cadar dan jilbab. Ini kan sombong," jelasnya.

Oleh karena itu, Edy Mulyadi sebagai pribadi melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri pada Rabu (20/11/2019) dengan menggunakan pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penistaan agama. Laporan itu sudah diterima dengan nomor laporan LP/B/0991/XI/2019 tanggal 21 Nobember 2019.

Wamenag: Jangan Berlebihan Tanggapi Ucapan Sukmawati

Edy menjadi pelapor Sukmawati yang kelima setelah sebelumnya seorang warga Bandung bernama Irvan Novianda dan Koordinator Bela Islam (Korlabi) melapor ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, laporan datang dari seorang warga bernama Buya Abdul Majid yang juga Ketua DPD FPI Jakarta dan Dedi Junaidi ke Bareskrim Polri.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten