GM Hotel Pandanaran Semarang, Adi Andrianto (tengah), tampil dalam jumpa pers terkait insiden kebakaran di hotelnya, Jumat (13/9/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Manajemen Hotel Pandanaran Kota Semarang mengklaim insiden kebakaran yang melanda hotelnya tak membuat kenyamanan tamu yang menginap terganggu.

Hal itu disampaikan General Manager Hotel Pandanaran, Adi Andrianto, saat menggelar sesi jumpa pers di Hotel Pandanaran, Jumat (13/9/2019). “Begitu ada api, seluruh karyawan langsung bergerak cepat memadamkan. Kita habiskan 8 tabung Apar [alat pemadam kebakaran ringan] supaya api tak lekas membesar. Tapi, asapnya memang membesar,” ujar Adi.

Adi mengatakan kebakaran dipicu api yang berasal dari kompor di ruang dapur lantai ke dua hotel. Api kemudian menjalar ke cerobong asap yang memang terdapat kerak panas yang mudah terbakar.

“Memang penyebabnya lebih ke cerobong asap. Cerobong itu standarnya dibersihkan tiga bulan sekali. Kalau secara perhitungan kami, baru bulan depan dibersihkan. Tapi ternyata enggak sampai bulan depan ada kejadian ini,” terang Adi.

Meski api dapat dipadamkan dengan cepat, asap yang menggumpal sempat menjalar hingga ke lantai kelima Hotel Pandanaran. Asap tebal itu bahkan terlihat hingga ke luar gedung dan menjadi pemandangan bagi pengguna jalan yang melintas di Jl. Pandanaran.

Asap tebal ini pulalah yang membuat pengunjung atau tamu hotel yang tengah menikmati sarapan di lantai kedua panik dan berhamburan lari ke luar hotel. Meski demikian, Adi mengaku tidak ada korban dalam insiden itu.

“Kondisi tamu aman, tidak ada korban jiwa. Bahkan tamu yang ada di gedung belakang tidak tahu kalau ada kebakaran. Kalau yang lagi breakfast memang sempat panik dan keluar gedung karena asap yang tebal,” ujar Adi.

Kendati api sudah berhasil dipadamkan, Adi mengaku petugas pemadam kebakaran tetap diminta datang ke lokasi kejadian. Hal itu dilakukan sesuai dengan prosedur pengamanan untuk mencegah potensi api muncul kembali.

“Saat ini seluruh lantai di hotel kami sudah beropeasi secara penuh. Hanya lantai kedua yang belum bisa digunakan, tepatnya di dapur karena harus kami inventarisasi kerugian yang ditimbulkan,” imbuh Adi.

Sementara itu, salah seorang tamu Hotel Pandanaran, Hanung, 26, mengaku tidak tahu jika ada kebakaran di hotel tempatnya menginap. Kendati demikian, perempuan asal Madiun itu tetap keluar ke lobi hotel saat peristiwa itu terjadi.

“Saat kejadian tadi, saya lagi di lantai kesatu. Terus ikut ke luar gedung karena bau menyengat, seperti kabel yang terbakar,” ujarnya.

Saat Semarangpos.com berkunjung ke Hotel Pandanaran, Jumat pagi, bau kabel terbakar itu masih tercium di lobi hotel. Sementara di ruang dapur yang menjadi lokasi munculnya titik api dipasangi garis polisi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten