Girpasang Klaten Bakal Punya Gondola Berlantai Kaca
Pengunjung menumpang gondola barang yang menghubungkan Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Selasa (19/1/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Girpasang merupakan salah satu dusun terpencil di Klaten, tepatnya di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Akses yang sulit menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga Girpasang, karena kondisi geografisnya yang berada di kaki Gunung Merapi.

Untuk mengatasinya, Pemerintah Desa Tegalmulyo tengah membuat gondola. Rencananya, kereta gantung tersebut bakal dilengkapi dengan lantai kaca sehingga penumpangnya bisa menikmati keindahan alam di bawahnya dan sekelilingnya yang indah.

Gondola penumpang direncanakan menghubungkan Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, yang terpisah jurang sejauh 130 sedalam meter. Gondola penumpang berukuran panjang sekitar 1,7 meter dan lebar 1,3 meter dengan kapasitas empat penumpang.

Dua Pegawai Terpapar Virus Corona, Kantor Kelurahan Kabupaten di Klaten Lockdown

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan proyek pembangunan gondola sudah dimulai. Rencananya, pembangunan gondola rampung bulan ini. “Nanti lantainya kaca. Kalau ada penumpang yang tidak berani melihat ke bawah, lantai kaca bisa ditutup,” kata Sutarno saat dihubungi Solopos.com, Rabu (20/1/2021).

Kepala Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno, menunjukkan lokasi yang bakal dibangun gondola penumpang sebagai penghubung Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Selasa (19/1/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Pembangunan gondola memanfaatkan dana desa. Total pembangunan gondola menelan biaya Rp180 juta. Selain untuk membuat gondola, dana yang dialokasikan untuk memperkuat tebing stasiun gondola. “Untuk membangun gondola kami didampingi tim ahli. Kata tim ahli, di Jawa Tengah baru ada satu ini [gondola penumpang di atas jurang],” jelas dia.

Uji Nyali

Pembangunan gondola penumpang terinspirasi dari gondola barang penghubung Girpasang dengan Ngringin yang telah lebih dulu ada. Gondola barang yang dibangun pada 2017 dengan dana Rp37 juta memanfaatkan bantuan presiden (Banpres). Keberadaan gondola tersebut untuk memudahkan warga Girpasang yang menempati daerah terpencil di lereng Gunung Merapi mengangkut barang.

Bocah SD Tulis Surat Kepada Bupati Klaten, Curhat Soal Ayahnya

Sebelum ada gondola, warga harus mengangkut barang melewati jalan utama berupa ribuan anak tangga dari Ngringin ke Girpasang. Kenyataannya, gondola barang kerap digunakan untuk mengangkut manusia. Tak sedikit pengunjung maupun warga yang uji nyali menumpang gondola barang meskipun pemerintah desa setempat sudah mewanti-wanti agar tidak menumpang gondola barang karena sangat berisiko.

Pengunjung menumpang gondola barang yang menghubungkan Dukuh Girpasang dengan Dukuh Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Selasa (19/1/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Gondola penumpang bakal melengkapi fasilitas alat penghubung Girpasang dengan perkampungan terdekat. Setelah gondola penumpang selesai dibangun dan difungsikan, Sutarno berharap bisa menjadi daya tarik wisata di Tegalmulyo. Harapannya bisa mendongkrak pendapatan asli desa (PAD) seiring kian dikenalnya Girpasang sebagai kampung terpencil di lereng Merapi.

Waduh! Atap Barak Pengungsian di Balerante Klaten Bocor

Sementara itu, Girpasang masih menjadi magnet bagi pengunjung berdatangan meskipun di tengah kondisi status Merapi berada pada level siaga serta pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Seperti pada Selasa (19/1/2021), warga dari berbagai daerah berkunjung ke kampung tersebut dan menjajal sensasi menumpang gondola barang.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom